Rabu, 08 Juni 2011

SINGGASANA LELAH


Hari ini kubenamkan Asma-Mu
Dibalik tumpukan berhalaku
Bukankah semua yg kuagungkan, kurindukan, kuharapkan,
kucintai, kusayangi, kukasihi dan kusanjung
Melebihi Engkau adalah .....BERHALA...???.!!!

Kuhampiri pagi berbekal mimpi tanpa motif Ilahi
Kurangkul siang menggenggam harap tanpa kata dan sapa
Kuhampar asa diufuk senja tanpa ukir nama-Mu
Kubelai netra dipelupuk malam dgn jemari pongah tanpa pinta
Bahkan.....
Kureguk hari ditilam waktu tanpa sisa untuk-Mu, dihatiku

Usiaku terus berpacu mengibas waktu menyeruak masa
Raga rapuhku berlari menggiring anak-anak berhala
Menuju kilau fatamorgana yg berlabel Cinta, Kuasa dan Bahagia
Sementara ....
Amalku tertinggal jauh tersengal, terengah, memikul dusta dan dosa
Ibadahku berjalan gontai berbalut riya
Dikawal pongah, diiring sanjung tanpa makna

Ya Rabb..., ternyata....
Aku tengah berlari menjemput ajal
Tanpa bekal, tanpa sesal
Entah bagaimana kan ku sangkal
Hingga kedunguanku pun terpingkal
Karena agungkan nalar tanpa kenal Sang Pencipta Akal

Senyum yg Kau wakilkan pada Mentari , kupungkiri
Kasih yg Kau titipkan pd Rembulan, kuabaikan
Janji yg Kau kirim lewat Sang Waktu, kuingkari
Bahkan titah yg Kau rajut dalam cinta tak lagi kuhiraukan
Entah berapa nikmat yg kudustakan

Jika hamparan rizqi-Mu
Harus kugapai dengan lelah
Hanya tuk raih ‘smua yg “wah”
Jika kristalisasi keringatku
Semata memupus asa, menumpuk ragu
Akan ke-Agungan-Mu
Akan kasihsayang-Mu
Akan janji-Mu
Entah kemana hati menuju?

Hilaf... bukanlah kata berjawab
Mungkin ego duniawiku menghijab harap
Atau kepongahan jiwa yg membalut do’a
Tapi pasti kebodohan diri
yg ‘tlah mengaitkan asa pada berhala
dan kejumudan hati
yg tak hendak menapaki jalan-Mu
Entah kemana diri mengacu?

Aku duduk disinggasana lelah
Berharap kasih masih tercurah
Basahi kerontang hati yg kerap bangkang kuasa-Mu
Agar kemudi tetap lurus tapaki jalan-Mu

Aku duduk disinggasana lelah
Mengukir asma-Mu di cawan sanubari
Agar keluh kesah tak membuncah
Menatap hari berharap ridha Ilahi

Aku duduk disinggasana lelah
Menatap nikmat-Mu yang berlimpah
Mengasah hati yg tak terjamah
Agar syukuri segala anugerah

Aku duduk disinggasana lelah
Berkaca diri, bermuhasabah
Agar jauh dari masalah
Sehingga ringan kaki melangkah

Aku duduk disinggasana lelah
Mengusung hasrat yg terindah
Menyulam asa berbingkai pasrah
Atas segala putusan Ilah

oleh Ahmad Suganda pada 01 Juni 2011 jam 23:13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar