Kamis, 09 Juni 2011

Puisi-puisi Andi Gunawan

 
Destinasi sebelum Mati
  • BALI

Aku hanya ingin mengantar Ibu. Beliau sangat ingin tahu kenapa pulau kecil ini begitu digemari. Jika tercapai, ini akan jadi liburan pertama kami setelah puluhan tahun. Beliau sudah lupa bagaimana caranya berlibur. Semoga aku memiliki kesempatan untuk mengingatkan kembali caranya.

  • TANAH SUCI

Hampir setiap Muslim ingin ke sana, atas nama ibadah. Tak terkecuali Ibuku. Sekalipun aku mampu membiayainya, aku tak akan membiarkan Ibuku pergi sendiri. Tak ada yang menjamin kau akan terhindar dari petaka, bahkan di tanah yang disebut suci. Ya, aku hanya ingin menemani Ibu.
  • PASAR KLEWER, SOLO
Sekali waktu Ibu mengeluh karena tak pernah lagi mendapat hadiah dari Bapak. Jangankan perhiasaan, kutang pun tidak. Di waktu lainnya, Ibu bilang ada tukang kredit daster batik keliling. Batik dari Solo, katanya. Ibu kepingin tapi tak berani bilang. Ya, aku ingin sekali ke Pasar Klewer, untuk sebuah daster, untuk Ibu.
  • RIAU
Anak pertama Ibuku laki-laki, seorang kakak tiri. Setelah menikah, ia memilih tinggal di kampung halaman istrinya, Riau. Setelah ia pergi, Ibu menikah dengan Bapakku dan berkali-kali pindah alamat. Hilanglah kontak antara Ibu dan anak. Ya, aku ingin sekali ke Riau. Mengantar Ibuku pada anaknya.
  • MAKAM IBU

Hanya jika Ia meninggal lebih dulu dariku. Aku ingin Ibu, atau nisannya, sebagai tempat terakhir yang kudatangi sebelum mati. Meminta maaf jika ternyata aku tak bisa menyusulnya ke Surga.


Depok, Mei 2011]
By: Andi Gunawan
(BUKAN) DUNIA FANTASI
1 Kamis gerimis tak romantis mengawali hari yang kami kira manis berubah hambar sebelum habis menyiakan karcis-karcis
2 perahu kayu mengudara angin-angin jadi ombaknya seorang kawan menahan tawa kawan lainnya berkata: lebih baik aku ke Cibatok saja
3 dudukan plastik pada besi-besi metalik mengaduk perut-perut sembelit sepasang mantan kekasih adu lirik si wanita pasang muka pahit
4 bensin membakar mesin-mesin aroma pantai yang tak lagi asin nasi habis termakan, rupiah diuapkan kepongahan leher ayam pun jadi santapan
5 dalam kotak ajaib ada yang berkedip tak peduli lapar asal terabadikan satu dua tiga jepret-jepret tak berkelit anggap saja kami korban peradaban
6 nyata-nyata ada yang tak peduli masih saja usaha monopoli siapa suruh serakah hati bukan salah kami kau merugi
7 la. la la la. la la la la la bernyanyi hilangkan asam mulut kami karena tembakau sudah tak terbeli inilah memang dunia kami bukan sekadar dunia fantasi
[Depok, Februari 2010]


Supremasi Gusti
 malam menjelma rasa tak terarah

sebentuk hangat yang entah, 
gairah gundah
.
kopi menjelma asam termasam
memaksaku beranjak melupakan malam
menggapaimu yang entah di mana: tenggelam
.
remang neon menjelma gelap terpekat
menyadarkanku dari harap yang sekarat
tentang dunia, Engkau, dan aku terikat
.
[AG, Depok, Januari 2011]


Catatan:
Andi Gunawan. Seorang jurnalis muda. Terlahir di Jakarta, 26 Maret 1988 dan besar di Depok. Kejutan! merupakan buku tunggal pertamanya, sebuah kumpulan prosa. Satu cerita kilatnya yang berjudul Different terpilih sebagai 12 Top Rated English Category of Flash Fiction Challenge by Ubud Writers and Readers Festival 2010. Karya lainnya termuat dalam Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010. Saat ini tinggal di http://ndigun.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar