Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Al-Qur'an Menjawab Saat Kita Sedang Diuji

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 

>> Kenapa Aku Di Uji….????

Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

>> Kenapa Aku Tidak Mendapat Apa Yang Aqu Idam-Idamkan…..????

Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

>> Kenapa Ujian Seberat Ini…..????

Surah Al-Baqarah ayat 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Rasa Frustasi……????

Surah Al-Imran ayat 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman.

>> Bagaimana Aku Harus Menghadapinya….????

Surah Al-Imran ayat 200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 45

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

>> Apa Yang Aku Dapat Dari Semua Ini….???

Surah At-Taubah ayat 111

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

>> Kepada Siapa Aku Berharap….????

Surah At-Taubah ayat 129

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

>> Aku Tak Dapat Bertahan Lagi…..????

Surah Yusuf ayat 87

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Surah An-Nisaa’ ayat 86

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah(dengan yang serupa).
Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita…

Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah…

Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT menjadi
“..just The ONE goal..“ Insya Allah akan “bahagia” sebagaimana doa yang
sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat

~La Tahzan, innallaha ma ‘ana…segala sesuatu terjadi atas perhitunganNYA~

~segalanya akan Indah dalam pandangan NYA
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Jika Malaikat Datang Menyapa

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
 Ilustrasi

"Saat engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku pernah melakukan kesalahan, saat air mata menggenang di pelupuk mata, saat do’a kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih."

Adinda, engkau begitu baik dan lembut, engkau juga tidak punya salah atau juga dosa seperti yang engkau tanyakan. Tapi Allah ingin mencoba kesabaranmu, sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi, engkau adalah adikku yang terbaik yang aku punya.

Kutatap wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan yang kau alami, walau dokter sudah memvonismu bahwa engkau hanya sanggup bertahan hidup hanya 2 tahun lagi. Tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa terjadi. Semuanya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang, kata dokter berwajah teduh itu dengan wajah yang cukup tenang siang tadi, setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam. Tapi aku yang mendengarkan rasanya seperti halilintar di siang hari, antara percaya dan tidak, karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum. Tapi mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang sudah stadium empat.

Saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya menatapku dengan senyum. "Nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha, insya Allah kalau Allah mengizinkan semuanya bisa membaik," katanya tenang.

Tanpa terasa hari terus berganti, sekarang sudah masuk tahun kedua sejak adikku divonis menderita kanker stadium empat. Badannya pun sudah mulai menyusut, tapi menurutku malah lebih baik, karena kelihatan lebih cantik karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing. Rambutnya yang rontok saat dikemoterapi sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih kelihatan sangat pendek, tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila dipandang. Harapan baru pun mulai tumbuh di hatiku, mudah-mudahan hasil kemoterapinya bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hatinya.

Aku yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku menemaninya di pembaringan, tiba-tiba adikku berkata, "Kakak, sebenarnya fungsi organ tubuh saya yang di dalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi," katanya sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-parunya.

Aku hanya diam, karena aku tahu dia juga seorang dokter, tentu sudah bisa menganalisa penyakitnya sendiri melihat dari hasil rekam medisnya. Kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia biasa-biasa saja, cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.

"Bagaimana ya kak, apakah kita boleh berdo'a meminta sesuatu kepada Allah," akupun hanya mengangguk sambil ikut berdo'a bersamanya. Perlahan kudengar do'anya dengan segala keikhlasan dan kepasrahan.

"Ya Allah, kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu. Kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik, ambillah aku dalam kasih Mu." Tanpa terasa air mataku berlinang, dan setelah berdo'a kulihat adikku tertidur tenang dan pulas.

Aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga sudah terlelap karena letih, sebab dia paling tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit dan penderitaannya. Aku pun mulai meraba denyut nadi dan memperhatikan tarikan nafasnya. Jantungku mulai terasa sesak. Oh Tuhan, apakah dia sudah Engkau panggil? Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadinya, juga desahan nafasnya.

"Ya Allah, panjangkanlah umurnya ya Allah, biar dia bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa kuliahnya seperti yang dia cita-citakan. Jangan Engkau panggil dia ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta, ya Allah," akupun berdo'a mengharap kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.

Dini hari saat subuh tiba-tiba aku dibangunkan oleh sentuhan lembut tangan adikku, "Kakak bangun kita sholat subuh, kak," katanya sambil mengusah-ngusap kepalaku. Aku jadi malu, karena aku yang ingin menjaganya semalaman malah tertidur pulas. Kulihat wajahnya begitu segar. Ya Allah, engkau dengar do'aku. Harapan baru muncul kembali, ternyata do’aku dan do'a adikku didengar oleh Allah. Mudah-mudahan umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasa gembira tak kepalang tanggung, kubantu dia turun dari tempat tidur, dan menemaninya untuk berwudhu ke kamar mandi. Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat berjalan sendiri tanpa ingin kupapah, bahagianya hati ini, hari ini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada adikku.

Pagi hari ini merupakan pagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk di depanku untuk makan bersama di satu meja dengan orang yang sangat kusayangi, makan dengan semangat. Karena sejak mulai sakit dan setelah dioperasi, banyak makanan yang tidak boleh dimakan. Tapi bagi adikku, itu tidak menjadi penghambat untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang hati tanpa ada komentar enak atau tidak. Sehingga akupun juga semakin semangat makan bersamanya, karena makanan yang dikonsumsi sangat membantu kesehatan dan daya tahan tubuhnya. Nah, yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit wajahnya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit.

Sehingga pada suatu hari dia berkata, "Kakak, alhamdulillah ya kak saya dikasih sakit sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur'an dan merenung atas segala kesalahan saya. Semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik ya kak," dia berucap sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk, walau hati ini terasa ingin menangis. Diam-diam akupun berdo'a, "Ya Allah, berikanlah jalan hidup yang terbaik untuk adikku tercinta. Hanya Engkau tempat aku memohon."

Kuusap air mata yang ingin jatuh di pipi. Aku selalu berusaha menghindari wajah sedih di hadapannya, karena aku juga tahu dia selalu berusaha menghibur hatiku, sehingga tidak pernah menampakkan penderitaannya. Tapi aku tahu dia sakit sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir kepada Allah.

Pada suatu sore, dengan rasa penasaran aku bertanya kepada dokter langganan keluarga kami, "Pak dokter, apakah penyakit kanker yang sudah stadium empat bisa disembuhkan? Karena adik saya sepertinya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat lagi dikemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan. Tapi setelah habis pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja."

Kulihat pak dokter tertunduk sambil tetap tersenyum, "Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat seperti biasa, itu adalah suatu rahmat dari Allah. Karena setahu saya penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita sekali." Pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap kami sekeluarga sebagai kerabatnya terdekat. Akupun hanya terdiam.

Ya Allah, ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam. Aku jadi ingat firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (atas cobaan itu)."

Nabi saw juga bersabda: "Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya". (HR: Bukhari).

Semoga Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas kesabarannya dan ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Hari ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis dan kesedihan, karena engkau memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali ke sisiNya dengan senyum manis dan juga keikhlasanmu menerima segala cobaan yang terberat di dalam hidup. Malaikat telah datang menyapamu siang ini, untuk mengambil dan menempatkan engkau di sisi Allah. Engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain. Betapa aku sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter, engkau memilih ikut program dokter Employee does not Remain / PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil, yaitu Stoke(Turki), padahal engkau hanyalah seorang wanita. Tapi semangatmu begitu besar ingin berbagi apa yang engkau miliki kepada masyarakat.

Hari ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan di hatimu, serta membawa rasa sakit yang kelak akan mengantarkanmu ke surganya Allah. Saat Malaikat menyapa, engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh setiap muslim bila menghadap Sang Ilahi, yaitu kalimat "Lailaha illallaah, Lailaha illallaah, Lailaha illallaah" sebanyak tiga kali. Aku menangis adikku, aku kehilanganmu, tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum di bibirmu yang manis. Hari ini aku mencium keningmu untuk yang terakhir kalinya, tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap di pangkuan Sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi, wa innaailaihi rojiu'n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada Nya kita akan kembali).

(Saat kerinduan mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adikku tercinta)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Cinta Sejati atau Cinta Buta?

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saat kamu merasakan cinta sejati, kamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannya sambil melihat sisi terbaiknya.
Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.

Hmmmmm…

Kalau dipikir-pikir lagi,
sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
itu tipiiiiiissss banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?

Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya,
namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?

Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

wallahu a'lam bish-shawab




By : Mencari Rezky

Jangan Suka Bohong

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Gimana sobat yang berjenis kelamin pria, apakah doyan untuk membohongi calon isti dan istri atau tidak?

Menurut pengamatan yang telah lama aku lakukan dan terjadi pada ku sendiri bahwa rata-rata pria itu doyan alias suka untuk berbohong. 
Alasannya sih macam-macam namun yang paling utama adalah melindungi diri dari masalah. Tidak ada cowok yang mau disalahkan oleh pasangannya walaupun sebenarnya ia telah berbuat salah kepada pasangannya.

Misalnya jika si cowok di telfon oleh pasangannya dan pasangannya bilang Yang (Panggilan sayang) aku kangen ma kamu, apa kau gak kangen ma aku? Pasti jawaban si cowok tersebut langsung mengatakan Kangen Yang sambil memalingkan muka dan berkata cuiiiii,,, he,,he,, sorry guys!

Ada juga model raja gombal, pada model ini sang pria alias cowok jika melihat cewek yang bening-bening langsung beraksi menunjukkan kehebatannya, yups memang cowok selalu tampil dengan gayanya sendiri selalu menunjukan kehebatan dan tidak mau dianggap lemah.

Jika sang cowok telah berhasil untuk memulai percakapan pastilah jurus-jurus gombal nya mulai muncul dan mulailah kebohongannya itu bertebaran, seperti apa kebohongannya? 

Jika si cowo di tanya ma si cewek emang kamu belum punya calon istri? Pasti si cowok gak bakalan ngaku bahwa calonnya dah banyak apalagi yang sekarang didekatinya lebih kinclog dari sebelumnya.

Memang pada dasarnya cowok doyan untuk berbohong hanya sebagian kecil yang tidak suka untuk berbohong dan memilih untuk jujur. 

Alasan lain sang cowok berbohong yaitu untuk menghidari konflik. Mengapa demikian? Yups, cowok pada umumnya gak suka bertengkar sama makhluk khusus ciptaan Tuhan yaitu Wanita.
Para pria lebih memilih berbohong dari pada berkata jujur yang mengakibatkan pertengkaran itu terjadi. Gimana sobat yang merasa kaum cowok seperti itu? Merasa gak? Ayo ngaku, he,,he,, sorry guys berkat pengamatan tulisan ini ku buat, he,,,he,,

Alasan yang terakhir ni biasa digunakan bagi pria atau cowok yang belum berpengalaman dalam urusan cinta, apa itu kebohongan yang sering dilakukannya? Yups menyembunyikan perasaan. Ia sering menyembunyikan perasaannya walaupun sebenarnya ia suka pada seseorang akhirnya yang terjadi hanyalah GALAU yang berkepanjangan. Pada saat target incarannya telah disambar orang, sambil mukul-mukul kepalanya ia berkata Kenapa Dari Dulu Aku Gak Ngomong? Yups malang memang yang satu ini tetapi itulah dia. 

Gimana sobat ? Dah merasa belum neh? Yang sering GALAU gimana merasa belum? he,,he
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Jadilah Muslimah Sejati



Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Bidadari yang Cantik Jelita
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam

(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari rezky

Cinta Sejati Bukan Mencari Kesempurnaan Tetapi Mengubah Yang Ada Menjadi Sempurna



Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh. 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
Seorang pemuda pernah bertanya
pada seorang guru yg bijak,
katanya : aku suka sama seorang
cewek, tapi kok ga yakin ya pak,
apa dia itu benar2 sempurna buat
aku, apa dia benar2 sayang aku, apa
dia benar2 bisa buat aku senang....

Karena selama ini yg aku temui
cuma senang di depan saja, lama2 yg
ada cuma keributan dan cekcok ga
ada habisnya...

Si guru yg bijak hanya tersenyum,
lalu ia menjawab : " Sebelum saya
memberikan pendapat, saya cuma
bisa bilang, bahwa di balik
ketampanan kamu, semua pendidikan
yg kamu peroleh, kekayaan yg telah
kamu kumpulkan selama kamu
bekerja, kamu tidak pernah akan
menjadi sempurna...

...Begitu juga dgn gadis yg kamu
sukai, dia juga tidak akan pernah
bisa menjadi wanita sempurna. Tapi
yang harus kamu temukan adalah
apakah kekurangan kalian bisa
disempurnakan bila kalian bersatu...

... Semua orang merasakan
kepahitan dlm hubungan, keributan,
pertentangan & menyadari bahwa
tidak akan pernah ada dua manusia
yg memiliki kesamaan dlm segala
sesuatunya. Tapi perbedaan itulah
yg seharusnya menyatukan manusia.

Perasaan menghargai serta
mencintai semua kejelekan dan
kekurangan pasangan itu adalah
cinta sejati....

karena cinta sejati
berarti mencintai seseorang
melebihi kita mencintai diri sendiri...

...dan jika kita menyadari hal
tersebut, semua kejelekan yg ada,
semua hal2 yg menyakitkan hati dan
semua ketidaknyamanan yg engkau
rasakan adalah hartamu yg tak
ternilai harganya....

karena kamu
telah menemukan seseorang yg mau
menerima mu apa adanya,
kekurangan serta keburukan2mu..
seperti kamu pun mencintai semua
kekurangan yg ada padanya..
wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Kenapa Pria Kaya Menikahi Wanita Yang Wajahnya Biasa Saja

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Seorang gadis mengirim surat ke sebuah majalah terkenal. Gadis tersebut sangat cantik dan sangat populer di lingkungan sekitarnya. Karena dianggap unik, majalah terkenal tersebut lalu memuat tulisan itu dengan judul “Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan pria
kaya?”.

Dibawah ini surat gadis cantik tersebut: ↓

Maaf jika sedikit menyindir, tetapi saya hanya mencoba jujur dengan apa yang saya pikirkan selama ini. Saya berumur 25 tahun, sangat cantik, dan punya selera fashion yang sangat bagus. Saya ingin menikah dengan seorang pria yang berpenghasilan minimal 500 ribu dollar per tahun.

Anda mungkin berpikir saya matre, tetapi persyaratan yang saya ajukan tersebut sebenarnya sangat wajar. Tahukah Anda jika penghasilan 1 juta dollar per tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York? Saya hanya mengajukan syarat separuhnya sehingga saya kira cukup masuk akal.

Adakah diantara pembaca majalah ini yang punya penghasilan minimum 500 ribu dollar per tahun? Apa kalian mau menikah denganku? Yang ingin saya tanyakan ialah apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti Anda?

Pria terkaya yang pernah kencan dengan saya hanya berpenghasilan 250 ribu dollar per tahun. Saya yakin Anda tahu, penghasilan segitu tidaklah cukup untuk hidup di pemukiman elit City Garden, NewYork.

Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan di mana saya bisa bertemu pria lajang kaya? Pria umur berapa yang harus saya cari? Kenapa kebanyakan istri orang-orang kaya hanya berpenampilan ‘standar’? Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan ‘tidak menarik’, tetapi mereka justru mendapatkan pria kaya.

Bagaimana cara Anda, para pria kaya, mengambil keputusan siapa yang kelak menjadi istri dan siapa yang hanya pantas menjadi pacar?

(Si Cantik)

***

Tidak disangka, tulisan yang berisi banyak tantangan tersebut ditanggapi oleh banyak pria kaya dengan serius.

Di bawah ini adalah balasan dari seorang pria kaya yang bekerja di Finansial Wall Street: ↓

Saya sangat bersemangat saat membaca surat Anda. Saya rasa banyak gadis di luar sana yang punya pertanyaan sama dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi yang Anda alami, tentunya dari sudut pandang seorang profesional. Penghasilan saya per tahun lebih dari 500 ribu dollar, sesuai dengan syaratmu, jadi saya tidak main-main dengan balasan saya ini.

Menurut saya, jika dipandang dari sisi bisnis, menikahi Anda adalah sebuah keputusan yang salah. Jawabannya mudah, Saya akan coba menjelaskannya.

Saya menarik kesimpulan bahwa Anda telah menempatkan “kecantikan” dan “uang” adalah dua hal yang sederajat, di mana Anda mencoba menukar kecantikan dengan uang. Pihak A menyediakan kecantikan dan Pihak B membayar untuk itu, hal yang masuk akal. Tetapi, ada masalah besar di sini, yaitu kelak kecantikan Anda akan hilang. Faktanya, penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tetapi Anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun. Dan sebagai seorang pebisnis saya tidak akan merelakan uang saya hilang tanpa alasan yang jelas.

Jika dipandang dari sudut ekonomi, saya adalah aset positif yang selalu meningkat dan Anda adalah aset negatif yang selalu menyusut atau liabilitas. Bahkan, saya bisa berkata bahwa penyusutan aset yang Anda miliki bukan hanya penyusutan normal, tetapi penyusutan eksponensial. Jika Anda menganggap kecantikan sebagai aset, tentunya nilai Anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang.

Setiap aset selalu memiliki nilai tukar. Kecantikan Anda juga memiliki nilai tukar. Berdasarkan aturan yang kita gunakan di Wall Street, jika nilai tukar sebuah aset selalu turun maka aset tersebut harus segera dilepaskan. Menyimpan aset menurun dalam jangka waktu lama adalah ide yang sangat buruk. Maaf jika terdengar kasar, tetapi semua pria kaya tahu bahwa setiap aset dengan nilai depresiasi besar harus segera dijual atau setidaknya “disewakan”.

Anda seharusnya tahu bahwa pria dengan penghasilan lebih dari 500 ribu dollar per tahun pasti bukanlah pria bodoh. Kami mungkin mau berkencan dengan Anda, tetapi tidak untuk menikahi Anda. Saya menyarankan agar Anda melupakan saja ide untuk mencari cara menikahi pria kaya. Lebih baik Anda menjadikan diri Anda orang kaya dengan pendapatan lebih dari 500 ribu dollar per tahun. Hal ini lebih bagus daripada mencari pria kaya bodoh yang mau menikahi Anda.

Mudah2an balasan ini dapat membantu dan menyadarkan anda

(J.P. Morgan)**

**J.P Morgan adalah pendiri salah satu bank terbesar di Amerika yaitu J.P Morgan Chase Bank

(Kata Mutiara)

***

Kecantikan fisik hanya sebatas kulit. . .cepat memudar. . .lama-lama orang bisa bosan. Tapi orang yg cantik akhlak yg terbaik. . .menenangkan di saat gelisah. . . menyejukan di saat gerah. . .

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Faham Syariat = CANTIK
Tidak Faham Syariat = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rosullalloh saw bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian (HR. Muslim)



Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik. . .Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

. . .Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada. . .Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang. . .

Semoga Bermanfaat

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …
wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Sabtu, 04 Agustus 2012

Manfaat Shalat Berjamaah Di Mesjid

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;
"Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim no. 1553)

Shalat adalah ibadah wajib yang harus dilakukang oleh semua umat islam tanpa terkecuali mulai dari beranjak dewasa sampai masuk ke dalam liang lahat (meninggal dunia). Bagi laki-laki shalat secara berjamaah di masjid juga merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar kecuali ada halangan yang serius. Sedangkan bagi yang perempuan justru sholat di rumah yang paling utama.


Sebenarnya apa saja sih manfaat, keuntungan, kelebihan serta kebaikan shalat berjama'ah di masjid tepat pada waktunya :

1. Mendapatkan pahala/kebaikan dari Allah SWT 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri (Satu derajat jaraknya antara langit dengan bumi).
2. Shalat malam berjamaah di masjid pahalanya sangat besar sekali sehingga apabila manusia tahu maka mereka akan rela pergi ke masjid walaupun harus merangkak/merayap.
3. Bisa berkomunikasi dan silaturahim dengan tetangga yang sesama muslim, bertanya tentang keadaan, dsb. Memberi senyum, jabat tangan dan salam saja sudah besar pahalanya.
4. Bisa shalat di awal waktu sehingga kita tidak akan takut lupa shalat atau kelewat, karena kebiasaan kita yang suka menunda-nunda waktu mengerjakan shalat wajib subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya. Hidup kita akan jauh lebih tenang karena hidup lebih teratur/disiplin tidak perlu ingat-ingat sudah shalat atau belum.
5. Kita bisa melatih kedisiplinan dan ketaatan kita kepada Allah SWT dengan rutin shalat wajib berjamaah di masjid/mushola. Dengan menjadi pribadi yang disiplin dan takut atas azab Tuhannya maka hidup akan jauh menjadi berkualitas dan lebih baik dari orang lain yang tidak melakukannya.
6. Bagi para pemimpin, ia akan semakin dekat dengan yang dipimpinnya, karena bisa bertukar pikir (sharing) secara santai.

Itulah beberapa kebaikan jika kita selalu shalat berjama’ah di masjid atau mushola di mana pun kita berada baik di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus, di jalan/perjalanan, di pasar, dan lain sebagainya. Apabila anda memiliki tambahan silahkan gunakan fitur komentar di bawah ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan, terima kasih

wallahu a'lam bish-shawab
 
By : Mencari Rezky

Jumat, 03 Agustus 2012

"Rahasia Menulis – Salim A. Fillah"

(Penulis besar Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah")

Berikut ini adalah kulwit #write dari Salim A. Fillah. Di dalamnya terdapat ilmu dan hikmah luar biasa bagi kita, baik yang sudah menulis, tengah menulis, maupun ingin menulis. Alhamdulillah, Bersama Dakwah mendapat izin dari Ust. Salim A. Fillah untuk turut menyebarkan kulwit yang sangat bermanfaat ini. Langsung saja kita ikuti:

Mengapa Menulis ?
1. Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai kurniaNya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data.

2. Tapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama; ilmu dahulu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak.

3. Maka menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal; sekata tuk sealinea, sekalimat tuk se-bab, separagraf tuk sekitab.

4. Demikianlah kita fahami kalimat indah Asy Syafi'i; ilmu adalah binatang buruan, dan pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya.

5. Menulis juga jalan merekam jejak pemahaman; kita lalui usia dengan memohon ditambah ilmu dan dikaruniai pengertian; adakah kemajuan?

6. Itu bisa kita tahu jika kita rekam sang ilmu dalam lembaran; kita bisa melihat perkembangannya hari demi hari, bulan demi bulan.

7. Jika tulisan kita 3 bulan lalu telah bisa kita tertawai; maka terbaca adanya kemajuan. Jika masih terkagum juga; itu menyedihkan.

8. Lebih lanjut; menulis adalah mengujikan pemahaman kepada khalayak; yang dari berbagai sisi bisa memberi penyeksamaan dan penilaian.

9. Kita memang membaca buku, menyimak kajian, hadir dalam seminar dan sarasehan; tapi kebenaran pemahaman kita belum tentu terjaminkan.

10. Maka menulislah; agar jutaan pembaca menjadi guru yang meluruskan kebengkokan, mengingatkan keterluputan, membetulkan kekeliruan.

11. Penulis hakikatnya menyapa dengan ilmu; maka ia berbalas tambahan pengertian; kian bening, kian luas, kian dalam, kian tajam.

12. Agungnya lagi; sang penulis merentangkan ilmunya melampaui batas-batas waktu dan ruang. Ia tak dipupus usia, tak terhalang jarak.

13. Adagium Latin itu tak terlalu salah; Verba Volant, Scripta Manent. Yang terucap kan lenyap tak berjejak, yang tertulis mengabadi.

14. Tapi bagi kita, makna keabadian karya bukan hanya soal masyhurnya nama; ia tentang pewarisan nilai; kemaslahatan atau kerusakan.

15. Andaikan benar bahwa Il Principe yang dipersembahkan Niccolo Machiavelli pada Cesare de Borgia itu jadi kawan tidur para tiran...

16. ..seperti terisyu tentang Napoleon, Hitler, dan Stalin; akankah dia bertanggungjawab atas berbagai kezhaliman nan terilham bukunya?

17. Sebab bukan hanya pahala yang bersifat 'jariyah'; melainkan ada juga dosa yang terus mengalir. Menjadi penulis adalah pertaruhan.

18. Mungkin tak separah Il Principe; tapi tiap kata yang mengalir dari jemari ini juga berpeluang menjadi keburukan berrantai-rantai.

19. Dan bahagialah bakda pengingat; huruf bisa menjelma dzarrah kebajikan; percikan ilhamnya tak putus mencahaya sampai kiamat tiba.

20. Lalu terkejutlah para penulis kebenaran, kelak ketika catatan amal diserahkan, "Ya Rabbi, bagaimana bisa pahalaku sebanyak ini?"

21. Moga kelak dijawabNya, "Ya, amalmu sedikit, dosamu berbukit; tapi inilah pahala tak putus dari ilham kebajikan nan kau tebarkan."

22. Tulisan sahih dan mushlih; jadi jaring yang melintas segala batas; menjerat pahala orang terilham tanpa mengurangi si bersangkutan.

23. Menulis juga bagian dari tugas iman; sebab makhluq pertama ialah pena, ilmu pertama ialah bahasa, dan ayat pertama berbunyi "Baca!"

24. Tersebut di HR Ahmad dan ditegaskan Ibn Taimiyah dalam Fatawa, "Makhluq pertama yang diciptaNya ialah pena, lalu Dia berfirman...

25. .."Tulislah!" Tanya Pena; "Apa yang kutulis, Rabbi?" Kata Allah; "Tulis segala ketentuan yang Kutakdirkan bagi semua makhluqKu."

26. Adapun ilmu yang diajarkan pada Adam dan membuatnya unggul atas malaikat nan lalu bersujud adalah bahasa; kosa kata. (QS 2: 31)

27. Dan "Baca!"; wahyu pertama. Bangsa Arab nan mengukur kecerdasan dari kuatnya hafalan hingga memandang rendah tulis-baca, Sebab...

28. ..menulis -kata mereka- ialah alat bantu bagi yang hafalannya di bawah rata-rata, tiba-tiba meloncat ke ufuk, jadi guru semesta.

29. Muhammad hadir bukan dengan mu'jizat yang membelalakkan; dia datang dengan kata-kata yang menukik-menghunjam, disebut 'Bacaan'.

30. Maka Islam menjelma peradaban Ilmiah, dengan pena sebagai pilarnya; wawasan tertebar mengantar kemaslahatan ke seantero bumi.

31. Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari ujung jemari kita; sungguh, buku dapat menggugah jiwa manusia dan mengubah dunia.

32. Bagaimana sebuah tulisan bisa mengilhami; tak tersia, tak jadi tragika, dan tak menjatuhkan penulisnya dalam gelimang kemalangan?

3 Kekuatan Menulis
33. Saya mencermati setidaknya ada 3 kekuatan yang harus dimiliki seorang penulis menggugah; Daya Ketuk, Daya Isi, dan Daya Memahamkan.

Daya Ketuk
34. Daya Ketuk ini paling berat dibahas; yang mericau ini pun masih jauh & terus belajar. Ia masalah hati; terkait niat & keikhlasan.

35. Pertama, marilah jawab ini: 1) Mengapa saya harus menulis? 2) Mengapa ia harus ditulis? 3) Mengapa harus saya yang menuliskannya?

36. Seberapa kuat makna jawaban kita atas ke-3 tanya ini, menentukan seberapa besar daya tahan kita melewati aneka tantangan menulis.

37. Alasan kuat tentang diri, tema, dan akibat dunia-akhirat jika tak ditulis; akan menggairahkan, menggerakkan, membakar, menekunkan.

38. Keterlibatan hati dan jiwa dengan niat menyala itulah yang mengantarkan tulisan ke hati pembaca; mengetuk, menyentuh, menggerakkan.

39. Tetapi; tak cukup hanya hati bergairah dan semangat menyala saja jika yang kita kehendaki adalah keinsyafan suci di hati pembaca.

40. Menulis memerlukan kata yang agung dan berat itu; IKHLAS. Kemurnian. Harap dan takut hanya padaNya. Cinta kebenaran di atas segala.

41. Allah gambarkan keikhlasan sejati bagai susu; terancam kotoran dan darah, tapi terupayakan; murni, bergizi, memberi tenaga suci...

42. ...dan mudah diasup, nyaman ditelan, lancar dicerna oleh peminum-peminumnya, menjadi daya untuk bertaat dan bertaqwa (QS 16: 66).

43. Maka menjadi penulis yang ikhlas sungguh payah dan tak mudah, ada goda kotoran dan darah, kekayaan dan kemasyhuran, riya' dan sum'ah.

44. Jika ia berhasil dilampaui; jadilah tulisan, ucapan dan perbuatan sang penulis bergizi, memberi arti, mudah dicerna jadi amal suci.

45. Sebaliknya; penulis tak ikhlas itu; tulisannya bagai susu dicampur kotoran dan darah, racun dan limbah; lalu disajikan pada pembaca.

46. Ya Rabbi; ampuni bengkoknya niat di hati, ampuni bocornya syahwat itu dan ini, di tiap kali kami gerakkan jemari menulis dan berbagi.

47. Sebab susu tak murni, tulisan tak ikhlas, memungkinkan 2 hal: a) pembaca muak, mual, dan muntah bahkan saat baru mengamati awalnya.

48. Atau lebih parah: b) pembaca begitu rakus melahap tulisan kita; tapi yang tumbuh di tubuhnya justru penyakit-penyakit berbahaya.

49. Menulis berkeikhlasan, menabur benih kemurnian; agar Allah tumbuhkan di hati pembaca pohon ketaqwaan. Itulah daya ketuk sejati.

50. Daya sentuh, daya ketuk, daya sapa di hati pembaca; bukan didapat dari wudhu' dan shalat yang dilakukan semata niat menoreh kata..

51. ...Ia ada ketika kegiatan menghubungkan diri dengan Dzat Maha Perkasa, semuanya, bukan rekayasa, tapi telah menyatu dengan jiwa..

52. ...lalu menulis itu sekedar satu dari berbagai pancaran cahaya yang kemilau dari jiwanya; menggenapi semua keshalihan nan mengemuka.

Daya Isi
54. Setelah Daya Ketuk, penulis harus ber-Daya Isi. Mengetuk tanpa mengisi membuat pembaca ternganga, tapi lalu bingung berbuat apa.

55. Daya Ketuk membuat pembaca terinsyaf dan tergugah; tapi jika isi yang kemudian dilahap cacat, timpang, rusak; jadilah masalah baru.

56. Daya Isi adalah soal ilmu. Mahfuzhat Arab itu sungguh benar; "Fakidusy Syai', Laa Yu'thi: yang tak punya, takkan bisa memberi."

57. Menjadi penulis adalah menempuh jalan ilmu dan berbagi; membaca ayat-ayat tertulis; menjala hikmah-hikmah tertebar. Tanpa henti.

58. Ia menyimak apa yang difirmankan Tuhannya, mencermati yang memancar dari hidup RasulNya; dan membawakan makna ke alam tinggalnya.

59. Dia fahami ilmu tanpa mendikotomi; tapi tetap tahu di mana menempatkan yang mutlak terhadap yang nisbi; mencerahkan akal dan hati.

60. Penulis sejati memiliki rujukan yang kuat, tetapi bukan tukang kutip. Segala yang disajikan telah melalui proses internalisasi.

61. Penulis sejati kokoh berdalil bukan hanya atas yang tampak pada teks; tapi disertai kefahaman latar belakang dan kedalaman tafsir.

62. Dengan proses internalisasi; semua data dan telaah yang disajikan jadi matang dan lezat dikunyah; pembacanya mengasup ramuan bergizi.

63. Sebab konon 'tak ada yang baru di bawah matahari'; tugas penulis sebenarnya memang cuma meramu hal-hal lama agar segar kembali.

64. Atau mengungkap hal-hal yang sudah ada, tapi belum luas dikenali. Diperlukan ketekunan untuk melihat satu masalah dari banyak sisi.

65. Atau mengingatkan kembali hal-hal yang sesungguhnya telah luas difahami; agar jiwa-jiwa yang baik tergerak kuat untuk bertindak.

66. Maka dia suka menghubungkan titik temu aneka ilmu dengan pemaknaan segar dan baru, dengan tetap berpegang kaidah sahih dan tertentu.

67. Dia hubungkan makna nan kaya; fikih dan tarikh; dalil dan kisah; teks dan konteks; fakta dan sastra; penelitian ilmiah dan sisi insaniyah.

68. Dia menularkan jalan ilmu untuk tak henti menggali; tulisannya tak membuat orang mengangguk berdiam diri; tapi kian haus mencari.

69. Ia bawakan pemaknaan penuh warna; beda bagi masing-masing pembaca; beda bagi pembaca sama di saat lainnya. Membaru, mengilhami selalu.

70. Maka karyanya melahirkan karya; syarah dan penjelasan, catatan tepi dan catatan kaki, juga sisi lain pembahasan, dan bahkan bantahan.

Daya Memahamkan
71. Seorang penulis menggugah memulai Daya Memahamkan-nya dengan satu pengakuan jujur; dia bukanlah yang terpandai di antara manusia.

72. Sang penulis sejati juga memahami; banyak di antara pembacanya yang jauh lebih berilmu dan berwawasan dibandingkan dirinya sendiri.

73. Maka dalam hati, dia mencegah munculnya rasa lebih dibanding pembaca: "Aku tahu. Kamu tidak tahu. Maka bacalah agar kuberitahu."

74. Setiap tulisan dan buku yang disusun dengan sikap jiwa penulis "Aku tahu! Kamu tak tahu!" pasti berat dan membuat penat saat dibaca.

75. Kadang senioritas atau lebih tingginya jenjang pendidikan tak tersengaja lahirkan sikap jiwa itu. Sang penulis merasa lebih tahu.

77. Sikap jiwa kepenulisan harus diubah; dari "Aku tahu! Kamu tak tahu!" menjadi suatu rasa nan lebih adil, haus ilmu, dan rendah hati.

78. Penulis sejati ukirkan semboyan, "Hanya sedikit ini yang kutahu, kutulis ia untukmu, maka berbagilah denganku apa yang kau tahu."

79. Penulis sejati sama sekali tak berniat mengajari. Dia cuma berbagi; menunjukkan kebodohannya pada pembaca agar mereka mengoreksi.

80. Penulis sejati berhasrat tuk diluruskan kebengkokannya, ditunjukkan kelirunya, diluaskan pemahamannya, dilengkapi kekurangannya.

81. Penulis sejati jadikan dirinya seakan murid yang mengajukan hasil karangan pada guru; berribu pembaca menjelma guru berjuta ilmu.

82. Inilah yang jadikan tulisan akrab dan lezat disantap; pertama-tama sebab penulisnya adil menilai pembaca, haus ilmu, dan rendah hati.

83. Pada sikap sebaliknya, kita akan menemukan tulisan yang berribu kali membuat berkerut dahi, tapi pembacanya tak kunjung memahami.

84. Lebih parahnya; keinginan untuk tampil lebih pandai dan tampak berilmu di mata pembaca sering membuat akal macet dan jemari terhenti.

85. Jika lolos tertulis; ianya jadi kegenitan intelektual; inginnya dianggap cerdas dengan banyak istilah yang justru membuat mual.

86. Kesantunan Allah jadi pelajaran buat kita. RasulNya menegaskan surga itu tak terbayangkan. Tapi dalam firmanNya, Dia menjelaskan.

87. Dia gambarkan surga dalam paparan yang mudah dicerna akal manusia; taman hijau, sungai mengalir, naungan rindang, buahan dekat..

88. ..duduk bertelekan di atas dipan, dipakaikan sutra halus & tebal, pelayan hilir mudik siap sedia, bidadari cantik bermata jeli..

89. Allah Maha Tahu, tak bersombong dengan ilmu; Dia kenalkan diriNya bukan sebagai Ilah awal-awal, melainkan Rabb nan lebih dikenal.

90. Penulis sejati hayati pesan Nabi; bicaralah pada kaum sesuai kadar pemahamannya, bicaralah dengan bahasa yang dimengerti mereka.

91. Penulis sejati mengerti; dalam keterbatasan ilmu nan dimiliki, tugasnya menyederhanakan yang pelik, bukan merumitkan yang sahaja.

92. Itupun tidak dalam rangka mengajari; tapi berbagi. Dia haus tuk menjala umpan balik dari pembaca; kritik, koreksi, dan tambah data.

93. Penulis sejati juga tahu; yang paling berhak mengamalkan isi anggitannya adalah dirinya sendiri. Daya Memahamkan berhulu di sini.

94. Sebab seringkali kegagalan penulis memahamkan pembaca disebabkan diapun tak memahami apa yang ditulisnya itu dalam amal nyata.

95. Begitulah Daya Memahamkan; dimulai dengan sikap jiwa yang adil, haus ilmu, dan rendah hati terhadap pembaca kita, lalu dikuatkan..

96. ..dengan tekad bulat tuk menjadi orang pertama nan mengamalkan tulisan, dan berbagi pada pembaca dengan hangat, akrab, penuh cinta.

97. Kali ini, tercukup sekian ya Shalih(in+at) bincang #Write. Maafkan tak melangkah ke hal teknis, sebab banyak nan lebih ahli tentangnya:)

98. Kita lalu tahu; menulis bukanlah profesi tunggal dan mandiri. Ia lekat pada kesejatian hidup sang mukmin; tebar cahaya pada dunia.

99. Maka menulis hanya salah satu konsekuensi sekaligus sarana bagi si mukmin tuk menguatkan iman, 'amal shalih, dan saling menasehati.

100. Jika ada 'amal lain yang lebih kuat dampaknya dalam ketiga perkara itu; maka kita tak boleh ragu: tinggalkan menulis menujunya.

Demikian kulwit #write dari Salim A. Fillah. "Rahasia Menulis – Salim A. Fillah" hanyalah judul yang diberikan Bersama Dakwah untuk memudahkan pembaca, mohon maaf jika malah mengurangi daya ketuk, daya isi, dan daya memahamkan kulwit ini. Kepada Ustadz Salim A. Fillah kami sampaikan jazaakallah khairan katsir, jazaakallah ahsana jazaa atas izin dan ilmunya.

Kamis, 02 Agustus 2012

Sepucuk Surat Teruntuk Istriku Tercinta

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim

 

Istriku Tercinta,

Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.

Istriku Tercinta,

Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.

Istriku Tercinta...

Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.

Istriku Tercinta....

Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.

Istriku Tercinta....
Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.

Istriku Tercinta,...

Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.

Istriku Tercinta,...

Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka.

Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu.Istriku Tercinta,....  tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.

Sayangku…

Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.

Istriku Tercinta,...

Aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta.

Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.

Istriku Tercinta,...

Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,

Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.

Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai.

Aku berpesan kepadamu,

Kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.

Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.

Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.

Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput.

Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.

Salam bahagia

Suamimu.
By ; Mencari Rezky

Kamis, 19 Juli 2012

2 Hal Yang Harus Kita Ingat dan 2 Hal Yang Harus Kita Lupakan

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim

 
2 Hal Yang Harus Kita Ingat

1 Kebaikan Orang Terhadap Kita
2 Keburukan Kita Terhadap Orang Lain

Dengan mengingat kebaikan orang lain terhadap kita tentu akan menumbuhkan perasaan ingin membalas kebaikan orang tersebut yang nantinya akan mempererat tali persaudaraan diantara kita. Dengan mengingat keburukan yang kita perbuat terhadap orang lain, tentu akan menuntun kita menjadi orang yang rendah hati dengan meminta maaf atas keburukan tersebut terhadap Allah s.w.t dan Orang yang kita berbuat buruk terhadapnya.

2 Hal Yang Harus Kita Lupakan
1 Kebaikan Kita Terhadap Orang Lain
2 Keburukan Orang Lain Terhadap Kita

Dengan melupakan kebaikan kita terhadap orang lain, semoga menjauhkan kita dari sifat sombong yang menghancurkan. Melupakan Keburukan orang lain yang diperbuat terhadap kita, tentu akan menciptakan jiwa pemaaf dan ikhlas dalam diri kita.
wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky

HATI-HATI MEMBERI LIKE DI AKUN FACEBOOK

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
 

Like atau Suka dalam dunia maya, khususnya dalam jaringan sosial facebook merupakan tanda setuju dan menyetujui terhadap suatu note, komen, image, dan tautan tersebut. Oleh karena apa yang kita setujui atas perbuatan, dalam hal orang menulis dan membagi (share) note, komen, image, dan tautan tersebut. Akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,


" Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu". (QS Al Hijr [15]:92-93)


"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya". (QS.Al-Israa [ 17]:36)

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (QS.Qaaf [50]:18)

wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky



NB :
Kalau di kaitkan Ilmu Hukum Positif(Hukum Pidana) adalah turut serta dalam arti menyetujuhi suatu perbuatan. Yang turut serta (medepleger). adalah orang yang dengan sengaja turut berbuat atau turut mengerjakan dan menyetujuhi terjadinya sesuatu. Oleh karena itu, kualitas masing-masing peserta tindak pidana adalah sama.

Rabu, 04 Juli 2012

JANGAN MENUNDA-NUNDA WAKTU UNTUK BERIBADAH(SHALAT)

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim


Pernahkah kita bertanya ke diri kita masing-masing: "Apakah arti penting shalat buat saya? Sudahkah saya shalat sesuai kehendakNya? Sudahkah saya menjaga shalat saya? Atau sudah sebaik apakah shalat saya? ”…????????

Waktu bekerja dan urusan dunia lainnya jangan sampai mengganggu waktu ibadah kita kepada Allah SWT. Karena kita diciptakan untuk beribadah, bukan untuk sibuk bekerja dan mengurus lainnya, sehingga ibadah kita menjadi minim.

Allah SWT berfirman, yang artinya:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".(Q.S. Adz-Dzaariyaat 51:56)
Dan Rasulullah saw bersabda:
"Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya." (HR. Ath-Thabarani)
"Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya." (HR. Tirmidzi)

NB:
Kalau kita tidak dapat melaksana shalat tetap waktu,  Allah Maha Bijaksana dan Maha Lihat serta Maha Tahu

Di Indonesia banyak Masjid. kan kita bisa cari mesjid untuk melaksanakan ibadah shalat.

1]. Dan Kita bisa shalat Dijama'(kalau Cukup syaratnya)

Shalat yang Boleh Dijama'
Shalat yang boleh dijama' adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan shalat isya.
Shalat jama' ada dua macam, yakni :

a. Jama' Taqdim yaitu shalat zhuhur dan shalat ashar dikerjakan pada waktu zhuhur, atau shalat maghrib dengan shalat isya dikerjakan pada waktu maghrib.

b. Jama' Ta'khir yaitu shalat zhuhur dan shalat ashar dikerjakan pada waktu ashar atau shalat maghrib dan isya dikerjakan pada waktu isya.

Hukum melaksanakan shalat jama' adalah mubah (boleh) bagi orang yang dalam perjalanan dan mencukupi syarat-syaratnya. Dalam sebuah hadits dinyatakan :

Dari Muadz bin Jabal : "Bahwa Rasulullah SAW pada saat perang Tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari beliau mengakhirkan shalat zhuhur sehingga beliau kumpulkan dengan ashar (beliau sholat zhuhur dan azhar pada waktu ashar). Jika beliau berangkat sesudah tergelincir matahari beliau melaksanakan sholat zhuhur dan ashar sekaligus kemudian beliau berjalan. Jika beliau berangkat sebelum maghrib beliau mengakhirkan sholat maghrib sehingga beliau mengerjakan sholat maghrib dan isya, dan jika beliau berangkat sesudah waktu maghrib beliau mengerjakan sholat isya dan beliau sholat isya beserta maghrib." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

  ‎2]. Shalat Qashar

Shalat qashar menurut bahasa ialah shalat yang diringkas, yaitu meringkas shalat yang jumlahnya 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Dalam hal ini shalat yang dapat diringkas adalah zhuhur, ashar dan isya.

Hukum Shalat Jama' dan Qashar

Menurut mazhab Syafi'i hukum shalat jama' dan qashar adalah jaiz (boleh), bahkan lebih baik bagi orang yang dalam perjalanan dan telah mencukupi syarat-syaratnya.

Allah SWT berfirman :
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. An-Nisaa : 101).

Syarat Sah Shalat Jama' dan Shalat Qashar

1]. Perjalanan yang dilakukan bukan untuk maksiat (terlarang), seperti pergi untuk berjudi dan sebagainya.

2]. Perjalanan tersebut berjarak lebih dari 88,656 km atau perjalanan sehari semalam.

Wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky

BERBUAT KEBAIKAN TIDAK MENGENAL RUANG DAN WAKTU

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
 

Bismillahirrahmanirrahim


Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Abaqarah 148)

Bahwa melakukan kebaikan adalah hal yang tidak bisa ditunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas. Kematian bisa saja datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Karena itu semasih ada kehidupan, segeralah berbuat baik. Lebih dari itu bahwa kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Karenanya begitu ada kesempatan untuk kebaikan, jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan. Karena itu Allah SWT. dalam Al Qur'an selalu menggunakan istilah bersegeralah, seperti fastabiquu atau wa saari'uu yang maksudnya sama, bergegas dengan segera, jangan ditunda-tunda lagi untuk berbuat baik atau memohon ampunan Allah SWT.

Nilai dari kehidupan bukan tergatung pada tempat yang kita diami / tinggali, namun tergantung pada bagaimana cara kita mendiami tempat tersebut. Mari berbuat baik dimana saja dan kapan saja.

By : Mencari Rezky

Minggu, 01 Juli 2012

Cara Menumbukan Keberanian

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH


PENGANTAR.

Pada dekade 1980-an, di INGGRIS dihebohkan oleh CICI. CICI adalah anak kecil yang berhenti sekolah. Ketika ditanya ayahnya mengapa CICI berhenti dari sekolahnya ? CICI menjawab bahwa Ia takut. Lalu ayahnya dengan bangga mengabarkan kepada orang-orang bahwa anaknya telah berhenti sekolah karena SEKOLAHAN hanya melahirkan kaum pengecut. 

Sikap orang tua CICI yg telah membuat heboh itu kemudian menarik para ilmuwan untuk menelitinya: Benarkah INSTITUSI SEKOLAHAN TELAH MENCIPTAKAN KAUM PENGECUT ? Ternyata hasil penelitian membenarkan. Lalu issue itu menyebar kemana-mana, tak terkecuali di Indonesia. Akibatnya memancing beberapa praktisi untuk mengadakan penelitian. Dan hasilnya SANGAT BENAR BAHWA INSTITUSI SEKOLAHAN MELAHIRKAN ORANG-ORANG YANG BERMENTAL PENGECUT. 

Salah satu indikasinya ialah terpasungnya nilai kemerdekaan berpendapat. Apakah di Sekolahan para guru menciptakan suasana kemerdekaan bagi ruang tumbuhnya keberanian berpendapat ? Hanya untuk sekedar bertanya pada gurunya soal pelajaran yg tidak dimengerti saja para murid takut/malu, bagaimana mungkin para murid akan mendebat pendapat gurunya, apalagi mengkritiknya ?

Ketika guru bertanya: "Sudah paham ?". Dengan serentak para murid menjawab "sudah". Dan gurunya melanjutkan pelajaran berikutnya, padahal sejatinya para murid itu banyak yg belum paham, tapi tidak berani berterus terang. Nah MENGAPA PARA GURU TIDAK MEMILIKI KEPEKAAN TENTANG YANG DEMIKIAN ITU ? APAKAH PARA GURU ITU TIDAK MENGERTI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ? Dan CELAKANYA INSTITUSI PENDIDIKAN BERBASIS AGAMA (Madrasah & Pesantren) lebih parah dibandingkan dengan institusi pendidikan umum. Tidak heran jika akhirnya para alumni pesantren jiwanya kerdil.  

BAGAIMANA MUNGKIN UMAT ISLAM INDONESIA BISA MAJU DENGAN CEPAT JIKA INSTITUSI-INSTUSI PENDIDIKAN YANG ADA HANYA MENCETAK ORANG-ORANG YANG BERJIWA KERDIL, padahal KEBERANIAN ADALAH SYARAT MUTLAK BAGI TERCAPAINYA IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN (Kejayaan Islam dan Umatnya).

Tulisan ini tidak bermaksud mengurai persoalan di atas. TULISAN INI SEKEDAR MENGURAI TENTANG HAKEKAT KEBERANIAN DAN CARA MENCAPAINYA.


===> A. HAKEKAT KEBERANIAN

Menurut IBN MISKAWAIH dlm kitab TADHDZIBUL AKLAQ bahwa pokok-pokok kebajikan ajaran ISLAM meliputi 3 hal saja, yaitu KEBERANIAN, KEBIJAKSAAN, KESEDERHANAAN. Dan ketiga hal di atas dilandasankan pada ajaran AL-WASHATHAN, yaitu konsep ajaran tengah-tengah. Menurutnya, ajaran AL-WASHATAN dilandasakan pd QS. 2:143:   

وكذ لك جعلنكم امه وصط
"Dan Kami Jadikan Kamu umat yang tengah-tengah (Washathan)"

PERHATIKAN SEKEMA DIBAWAH INI

(1). PENGECUT ----------> KEBERANIAN SEMBERONO

Orang yg terlalu banyak pertimbangan, akhirnya tidak berani bersikap: itulah PENGECUT
Orang yg mengesampingkan pertimabangan atau tidak pakai pertimbangan disebut SEMBERONO
Baik PENGECUT ataupun SEMBERONO adalah sikap tercela. Dan KEBERANIAN adalah sikap pertengahan antara PENGECUT dengan SEMBERONO (lihat bagan di atas).

(2). KEDUNGUAN ----------> KEBIJAKSANAAN KELICIKAN

Orang yg bodoh menggunakan akalnya, melahirkan sikap KEDUNGUAN
Orang yg pintar menggunakan akalnya untuk kemunkaran, lahirlah KELICIKAN
KEBIJAKSANAAN adalah posisi tengah-tengah antara KEDUNGUAN dgn KELICIKAN (lihat bagan di atas)

(3). KIKIR ----------> KESEDERHANAAN

Orang yg tidak mau mengeluarkan hartanya disebut KIKIR
Orang yg terlalu banyak mengambil disebut RAKUS, jika banyak mengelurkan tanpa pertimbangan disebut BOROS
KESEDERHANAAN adalah sikap pertengahn antara KIKIR dgn RAKUS/BOROS.

Gabungan dari ketiga kebajikan di atas (KEBERANIAN, KEBIJAKSANAAN, KESEDERRHANAAN) maka melahirkan KEADILAN. Itu berarti orang yg adil adalah mereka yg memiliki ketiga kebajikan itu tsb. Menurut IBN MISKAWAIH dlm KEADILAN tidak ada sisi kiri atau sisi kanannya. Lawan dari KEADILAN ADALAH KETIDAKADILAN.

KETERANGAN TENTANG KEBERANIAN

Menurut IBN MISKAWAIH, ada 6 ciri orang dpt dikategorikan BERANI:

(a). Dalam hal keburukan, Ia memandang ringan yg hakekatnya sesuatu itu berat ditinggalkannya
(b). Dalam soal kebaikan, Ia memandang ringan yg pada hakekatnya  sesuatu itu berat untuk dilaksanakan.
(c). Sabar terhadap sesuatu yg menakutkan (tidak mudah panik sekalipun diliputi rasa cemas. masih bisa mengontrol diri)
(d). Tidak SEDIH terhadap sesuatu yg tidak bisa dicapainya (Ikhlas menerima kegagalan)
(e). Tidak GUNDAH jika sedang menerima musibah/ujian (Siap menghadi masalah/bukan menghindarinya)
(f). Kalau lagi marah & mengadakan pembalasan dilakukan secara terukur disesuaikan obyek dan waktunya

===> Point "a" dalam soal keburukan. I memandang ringan yg pada hakekatnya sesutu itu berat untuk ditinggalkannya. Tentu sj contoh-contohnya banyak, namun karena keterbatasan kolom ini maka cukup 1 kasus sj sebagai bahan bahasan, yaitu masalah PACARAN.

PACARAN TENTU SAJA ENAK, karena di dalam pacaraan timbul NAFSU untuk berpelukan/berciuman dan tentu saja berhubungan badan. Oleh karena statusnya yg belum diikat oleh pernikahan maka BERANI tidak selama pacaran tidak bersentuhan/berpelukan/berciuman, dll ? Jika BERANI PACARAN tapi tidak melakukan apa yg menyimpang dari syariat, itulah pribadi yg hebat.

TENTU SAJA HAL ITU BERAT. Nah disinilah hakekat makna BERANI, yakni memandang enteng yg pd hakekatnya sesuatu itu berat untuk ditinggalkannya. Demi masuk SURGA, Ia enteng sekali meninggalkan kemunkaran. Menahan untuk tidak berpelukan/berciuman sekalipun nafsunya kuat sekali.

Sebaliknya jika selama pacaran justru melakukan penyimpangan (bergandengan/berpelukan/berciuman, dll) maka pribadi yg demikian itu tergolong PENGECUT. Jadi mereka yg melanggar SYARIAT dlm pemahaman IBN MISKAWAIAH tergolong PENGECUT DAN SEMBERONO.

===> Point "b", dalam soal kebaikan. Ia memandang ringan yg pada hakekatnya  sesuatu itu berat untuk dilaksanakan. Misalnya soal lamaran. Sudah diberi kesempatan untuk melamar gadis tapi tidak berani juga, maka pribadi yg demikian itu juga tergolong PENGECUT.

Untuk kebaikan kok tidak berani. Tidak berani melakukan kebaikan adalah sikap PENGECUT, karenanya tercela. SEORANG MUKMIN MUSTAHIL PENGECUT. Jadi kalau ada orang yg mengaku beriman tapi TAKUT MELAMAR GADIS, pastinya orang iman tersebut tidak beres.  hehehehe....

Tidak berani minta maaf atas kesalahan yg dilakukan pd orang lain juga tergolong pengecut. MEMINTA MAAF dan MENGAKUI KESALAHN, tentu saja berat. Nah disitulah letak hakaket keberanian, yaitu memandang enteng perbutan yg hakekatnya berat untuk dilakukan.

===> Pada point "c", Sabar terhadap sesuatu yg menakutkan (tidak mudah panik sekalipun diliputi rasa cemas. masih bisa mengontrol diri dgn baik. Tidak Gugup dan Gagap sekalipun cemas. Masih tampak tenang sekalipun ada rasa takut menghadapinya). Orang yg BERANI bukanlah orang yg tidak punya rasa takut.

SETIAP ORANG PASTI PUNYA RASA TAKUT, namun yg membedakan adalah tingkat pengendalian dirinya.  Makin mampu menguasi dirinya di saat cemas, itulah pribadi yg berani.

===> Poin "d ", Tidak SEDIH terhadap sesuatu yg tidak bisa dicapainya (Ikhlas menerima kegagalan).

KENAPA ORANG BANYAK YANG STRESS ? Salah satu jawabnanya adalah tidak bisa menerima kenyataan yg terjadi. Itu point terpentingnya.

Dalam hal hidup tentu saja tidak semua yg kita inginkan terwujud. Bahkan yg kerap terjadi adalah banyak keinginan kita yg tidak sesuai dengan kenyataan. Antara harapan dan kenyataan sangat berbeda. Nah dalam posisi seperti itu biasanya orang TIDAK MENERIMA APA YANG TERJADI, wujudnya bisa sedih, minder, stress, dll.  

ORANG YANG BERANI ADALAH MEREKA YANG SIAP MENERIMA REALITAS, SEKALIPUN PAHIT. Sedangkan mereka yg tidak SIAP MENERIMA REALITAS termasuk kategori PENGECUT. SEORANG MUKMIN MUSTAHIL PENGECUT. Jika ada orang mengaku beriman tapi kok tidak siap menerima realitas, maka orang tersebut layak dipertanyakan keimanannya.

===> Point "e", Tidak GUNDAH jika sedang menerima musibah/ujian (Siap menghadi masalah/bukan menghindarinya). Gundah adalah rasa semacam diliputi kebimbangan sehingga yang bersangkutan tak bisa berbuat apa-apa. Ada 4 bentuk GODAAN SYETAN, salah satunya apa yg disebut dengan kebimbangan.
 
Bisikan hati terpetakan menjadi 2: (a). Bisikan Malaikat, yg kemudian disebut hati nurani, (b). Bisikan Syetan, yg kemudiaan disebut hawa nafsu. Jika bisikan itu condong pada kebenaran, pasti berasal dari nurani. Sebaliknya, jika bisikan itu condong pada kemunkaran, pasti berasal dari nafsu. 

DAN ORANG YANG DILIPUTI KEBIMBANGAN PASTI JIWANYA TIDAK TENANG. Akibatnya mengganggu kinerja aktifitas dlm bekerja ataupun dlm beribadah. Tidak konsentrasi. Akibat lanjutannya ialah KEPALA PUSING, NAFSU MAKAN BERKURANG, dan SENSITIF (mudah emoasi). Nah bukankah hal-hal yg demikian itu adalah keburukan ? Dan bukankah tiap-tiap keburukan berarti berasal dari bisikan SYETAN ? Itu berarti siapa sj yg gundah dlm menghadapi masalah maka sesungguhnya dirinya telah mendengarkan bisikan Syetan daripada bisikan Malaikat. Dalam konteks inilah SEORANG MUKMIN MUSTAHIL GUNDAH. Jika ada orang yg mengaku beriman tapi gundah ketika menghadapi ujian/musibah maka dlm konteks pemahaman IBN MISKAWAIH, orang tersebut digolongkan PENGECUT. DAN SEORANG MUKMIN MUSTAHIL PENGECTUT.

===> Point "f",  Kalau lagi marah & mengadakan pembalasan dilakukan secara terukur disesuaikan obyek dan waktunya.

Tiap orang pasti berpotensi marah dan pasti pernah marah. Marah adalah fitrahnya manusia, karena itu marah bukanlah sikap buruk. Justru kalau ada orang yg tidak bisa marah dan belum pernah marah, pasti orang tersebut bukan manusia, tapi Malaikat. Hanya Malaikat MAKLUK ALLAH yg tidak pernah marah.

Marah itu bukanlah aib. Baik dan tidaknya marah tergantung ekspresi yg diungkapkan apakah terukur sesuai dengan subyek, obyek dan waktunya ? Misalnya ada orang yg berbuat munkar. TIAP MUSLIM WAJIB MARAH melihat kemunkaran itu, tapi dlm mengekspresikan kemarahan dilihat dulu SIAPA YANG AKAN DIMARAHI ITU ? APAKAH JENIS KEMUNKARANNYA ITU TERGOLONG BESAR ATAU BIASA ? APAKAH WAKTUNYA TEPAT, DAN APAKAH CARANYA JUGA TEPAT ?

Contoh kasus KENCING DI DALAM MASJID. Tentu sj Masjid tidak boleh dikencengi, karena Ia tempat suci. Jika ada yg mengencengi masjid, tentu kita wajib marah. Cuma harus dilihat SUBYEKNYA: apakah anak kecil atau orang dewasa ? Apakah orang Normal ataukah tidak, dll ? Pernah suatu ketika RASULULLAH S.A.W sedang berbincang-bincang di masjid, mendadak datang seorang BADUWI dan KENCING DIMASJID. UMAR BIN KHATAB hendak menghajarnya, tapi langsung dicegah RASULULLAH. Pertanyaannya adalah MENGAPA RASULULLAAH MENCEGAHNYA ? jawabannyaa karena Ia adalah orang Baduwi. Dan diliaht daro obyek perkaranya, bisa dimaafkan. Air kencing bisa dsiram dalam waktu hitungan detik sudah bersih, tapi LUKA HATI bisa dibawa sampai mati. Nah ORANG BADUWI akan luka hati jika UMAR SAMPAI MENGGAMPARNYA. MENDAMPRATNYA. Kesalahan orang Baduwi tidak sebanding dengan efeknya. Kaus ini persis anak kecil yg kencing di masjid, lalu takmirnya marah-marah tidak terukur. Mereka lupa bahwa yg dihadapi adalah anak kecil, tapi dimarahi kaya orang dewasa.

NAH ORANG YANG MARAH namun tidak tahu tempat dan situasi itulah yg disebut pribadai SEMBERONO (tidak pakai pertimbangan). Atau sebaliknya ada kemunkaran sama sekali tidak marah, itulah pengecut. MERKA YANG MARAH MELIHAT  KEMUNKARAN, NAMUN KEMARAHANNYA TETAP TERKENDALI SESUAI SITUASI DAN KONDISI ITULAH YANG DINAMAKAN PERIBADI PEMBERANI.

Bertitik tolak dari pandangan di atas, kiranya KEBERANIAN itu mengandungi 8 cabang sikap, yaitu:
- Berjiwa Besar (misalnya pd kasus berani mengakui kesalahan & Meminta maaf)
- Pantang Mundur (siap menghadapi sesuatu sekalipun ada rasa takut)
- Ketenangan Jiwa (Tidak panik ketika ada sesuatu yg menakutkan)
- Sabar (tidak sedih jika ditimpa musibah)
- Teguh Pendirian (tidak gundah/bimbang dlm menghadapi masalah)
- Ulet/Tahan terhadap bentuk ujian
- ENJOY/BAHAGIA dalam mengerjakan sesuatu hakekatnya berat
- ENJOY/BAHAGIA dalam meninggalkan ssuatu hakekatnya berat

SIAPAPUN YG MEMILIKI KEBERANIAN, MAKA DENGAN SENDIRINYA DALAM DIRINYA TERKANDUNG 8 SIKAP DI ATAS.

CARA MENUMBUKAN KEBERANIAN

Ada pepatah "Tanpa diajari berenang, anak Itik dengan sendirinya sudah pintar berenang. Begitulah dengan kumunkaran, tanpa diajari kita sudah pintar dengan sendirinya. SEBALIKNYA, untuk berbuat kebaikan diperlukan 4 hal, yaitu: NIAT, TEKAD, ILMU & LATIHAN". Begitu pulalah dengan KEBERANIAN.

Jika ingin bisa berenang, tapi takut tenggelam: ceburkan ke Laut, maka seketika itu tangannya bergerak-gerak ingin hidup, dan sesungguhnya saat itu pula Ia sudah bisa berenang, hanya saja kualitas nafasnya yg belum teratur. Nah disitulah fungsinya guru, mendampingi dan membimbing hingga bisa berenang. Sebaliknya, ingin bisa berenang tapi tidak pernah praktik menceburkan ke air yg dalam, sudah pasti selamanya tidak bisa berenang. Ini tidak ubahnya belajar naik sepeda atau menyetir mobil, mesti dipraktikkan. Jika tidak praktikkan (dilatih), kapan bisa nyetir sungguhan.

Ketika orang takut bayang-bayang Gandaruwo, Kuntil anak, dll, maka cara terbaik adalah mengajak mereka ke kuburan yg sepi. Praktik langsung. Tentu saja sebelum praktik dibekali wawasaan (ilmu) terkait OBYEK YANG DIHADAPI.

INTINYA disesuaikan dengan apa yg ditakutinya, lalu dilakukan MUJAHADAH. Mujahadalah adalah prakting secara sungguh-sungguh. Nah disinilah PENTINGNYA GURU YANG BERANI. Jika Gurunya ADALAH ORANG YANG BERJIWA PEMBERANI: INSYAALLAH MURIDNYA MENJADI PEMBERANI.

SEMOGA BERMANFAAT

CATATAN:
Mohon maaf jika dalam pembahasan ada kata-kata yg kurang berkenan di hati antum. Bisa jadi maksud Rossita baik, namun karena keterbatasan dalam menyusun kata-kata maka sangat mungkin terjadi kesalaahpahaman. Syukrn
WebRepOverall rating

Oleh Rossita Khumairah Najwa II