Selasa, 07 Juni 2011

BERTANYA

Setelah lelah meniti hari.
Aku merenung dipenghujung malam.
Apa bedaku dengan ayah Ibrahim?
Berpeluh keringat menghamba berhala.
Tuli......
Bisu.....
Buta....
Merangkak menjauh hidayahMu.
Menuju ranjau kehancuran abadi.

Dan aku.....

Terjerembab pada rutinitas hari.
Bergayut mimpi menghamba uang.
Lupa....
Alpa.....
Dusta...
Bersembunyi dibalik kesombongan diri.
Mengenakan topeng kepongahan ragawi.

Ternyata....

Kedua-dua menghamba benda.
Kedua-dua hina dan nista.
DimataMu.

Ya...Rabb pelabuhan segala cinta.
Masih adakah sejumput pahala tersisa.
Masih mungkinkah sebercak amal terbawa.
Jika niat tak lagi lurus memaknai ayatMu.
Bahkan ikhlaspun terberangus ego lawwamah.
Ku-kuak hati jika masih terselip asa.
Ku-titip malu pada rembulan yang mencibir kedunguanku.
Ku-coba sambangi rahim surgawi.
Ku-berharap sejumput janji.
Ud'uunii astajib lakum
Ku-semburatkan do'a berharap karunia.
Ku-luruskan niat berharap rahmat.
Ku-tetapkan tujuan berharap ampunan.
Ku-bulatkan tekad berharap tobat.
Tak ingin ku terlena dan berlama.
Dilingkup sesat nan pekat.
Dari balik reruntuhan bebalku.
Coba seruak durasi waktu.
Tuk gapai pancaran sinarMu.
Nuurun 'ala nuurin.
Cahaya diatas segala cahaya.
Terangi jiwaku...
Terangi jalanku...
Terangi hariku....

Ya...Rabb tambatan asa dan rencana.
Genggam kalbuku agar konsisten mencerna wahyu.
Bimbing sukmaku kembali.
Meniti jalanMu...

oleh Ahmad Suganda pada 07 Februari 2010 jam 16:53

1 komentar: