Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Jangan Suka Bohong

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Gimana sobat yang berjenis kelamin pria, apakah doyan untuk membohongi calon isti dan istri atau tidak?

Menurut pengamatan yang telah lama aku lakukan dan terjadi pada ku sendiri bahwa rata-rata pria itu doyan alias suka untuk berbohong. 
Alasannya sih macam-macam namun yang paling utama adalah melindungi diri dari masalah. Tidak ada cowok yang mau disalahkan oleh pasangannya walaupun sebenarnya ia telah berbuat salah kepada pasangannya.

Misalnya jika si cowok di telfon oleh pasangannya dan pasangannya bilang Yang (Panggilan sayang) aku kangen ma kamu, apa kau gak kangen ma aku? Pasti jawaban si cowok tersebut langsung mengatakan Kangen Yang sambil memalingkan muka dan berkata cuiiiii,,, he,,he,, sorry guys!

Ada juga model raja gombal, pada model ini sang pria alias cowok jika melihat cewek yang bening-bening langsung beraksi menunjukkan kehebatannya, yups memang cowok selalu tampil dengan gayanya sendiri selalu menunjukan kehebatan dan tidak mau dianggap lemah.

Jika sang cowok telah berhasil untuk memulai percakapan pastilah jurus-jurus gombal nya mulai muncul dan mulailah kebohongannya itu bertebaran, seperti apa kebohongannya? 

Jika si cowo di tanya ma si cewek emang kamu belum punya calon istri? Pasti si cowok gak bakalan ngaku bahwa calonnya dah banyak apalagi yang sekarang didekatinya lebih kinclog dari sebelumnya.

Memang pada dasarnya cowok doyan untuk berbohong hanya sebagian kecil yang tidak suka untuk berbohong dan memilih untuk jujur. 

Alasan lain sang cowok berbohong yaitu untuk menghidari konflik. Mengapa demikian? Yups, cowok pada umumnya gak suka bertengkar sama makhluk khusus ciptaan Tuhan yaitu Wanita.
Para pria lebih memilih berbohong dari pada berkata jujur yang mengakibatkan pertengkaran itu terjadi. Gimana sobat yang merasa kaum cowok seperti itu? Merasa gak? Ayo ngaku, he,,he,, sorry guys berkat pengamatan tulisan ini ku buat, he,,,he,,

Alasan yang terakhir ni biasa digunakan bagi pria atau cowok yang belum berpengalaman dalam urusan cinta, apa itu kebohongan yang sering dilakukannya? Yups menyembunyikan perasaan. Ia sering menyembunyikan perasaannya walaupun sebenarnya ia suka pada seseorang akhirnya yang terjadi hanyalah GALAU yang berkepanjangan. Pada saat target incarannya telah disambar orang, sambil mukul-mukul kepalanya ia berkata Kenapa Dari Dulu Aku Gak Ngomong? Yups malang memang yang satu ini tetapi itulah dia. 

Gimana sobat ? Dah merasa belum neh? Yang sering GALAU gimana merasa belum? he,,he
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Jadilah Muslimah Sejati



Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Bidadari yang Cantik Jelita
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam

(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari rezky

Cinta Sejati Bukan Mencari Kesempurnaan Tetapi Mengubah Yang Ada Menjadi Sempurna



Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh. 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
Seorang pemuda pernah bertanya
pada seorang guru yg bijak,
katanya : aku suka sama seorang
cewek, tapi kok ga yakin ya pak,
apa dia itu benar2 sempurna buat
aku, apa dia benar2 sayang aku, apa
dia benar2 bisa buat aku senang....

Karena selama ini yg aku temui
cuma senang di depan saja, lama2 yg
ada cuma keributan dan cekcok ga
ada habisnya...

Si guru yg bijak hanya tersenyum,
lalu ia menjawab : " Sebelum saya
memberikan pendapat, saya cuma
bisa bilang, bahwa di balik
ketampanan kamu, semua pendidikan
yg kamu peroleh, kekayaan yg telah
kamu kumpulkan selama kamu
bekerja, kamu tidak pernah akan
menjadi sempurna...

...Begitu juga dgn gadis yg kamu
sukai, dia juga tidak akan pernah
bisa menjadi wanita sempurna. Tapi
yang harus kamu temukan adalah
apakah kekurangan kalian bisa
disempurnakan bila kalian bersatu...

... Semua orang merasakan
kepahitan dlm hubungan, keributan,
pertentangan & menyadari bahwa
tidak akan pernah ada dua manusia
yg memiliki kesamaan dlm segala
sesuatunya. Tapi perbedaan itulah
yg seharusnya menyatukan manusia.

Perasaan menghargai serta
mencintai semua kejelekan dan
kekurangan pasangan itu adalah
cinta sejati....

karena cinta sejati
berarti mencintai seseorang
melebihi kita mencintai diri sendiri...

...dan jika kita menyadari hal
tersebut, semua kejelekan yg ada,
semua hal2 yg menyakitkan hati dan
semua ketidaknyamanan yg engkau
rasakan adalah hartamu yg tak
ternilai harganya....

karena kamu
telah menemukan seseorang yg mau
menerima mu apa adanya,
kekurangan serta keburukan2mu..
seperti kamu pun mencintai semua
kekurangan yg ada padanya..
wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Kenapa Pria Kaya Menikahi Wanita Yang Wajahnya Biasa Saja

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Seorang gadis mengirim surat ke sebuah majalah terkenal. Gadis tersebut sangat cantik dan sangat populer di lingkungan sekitarnya. Karena dianggap unik, majalah terkenal tersebut lalu memuat tulisan itu dengan judul “Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan pria
kaya?”.

Dibawah ini surat gadis cantik tersebut: ↓

Maaf jika sedikit menyindir, tetapi saya hanya mencoba jujur dengan apa yang saya pikirkan selama ini. Saya berumur 25 tahun, sangat cantik, dan punya selera fashion yang sangat bagus. Saya ingin menikah dengan seorang pria yang berpenghasilan minimal 500 ribu dollar per tahun.

Anda mungkin berpikir saya matre, tetapi persyaratan yang saya ajukan tersebut sebenarnya sangat wajar. Tahukah Anda jika penghasilan 1 juta dollar per tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah di New York? Saya hanya mengajukan syarat separuhnya sehingga saya kira cukup masuk akal.

Adakah diantara pembaca majalah ini yang punya penghasilan minimum 500 ribu dollar per tahun? Apa kalian mau menikah denganku? Yang ingin saya tanyakan ialah apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti Anda?

Pria terkaya yang pernah kencan dengan saya hanya berpenghasilan 250 ribu dollar per tahun. Saya yakin Anda tahu, penghasilan segitu tidaklah cukup untuk hidup di pemukiman elit City Garden, NewYork.

Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan di mana saya bisa bertemu pria lajang kaya? Pria umur berapa yang harus saya cari? Kenapa kebanyakan istri orang-orang kaya hanya berpenampilan ‘standar’? Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan ‘tidak menarik’, tetapi mereka justru mendapatkan pria kaya.

Bagaimana cara Anda, para pria kaya, mengambil keputusan siapa yang kelak menjadi istri dan siapa yang hanya pantas menjadi pacar?

(Si Cantik)

***

Tidak disangka, tulisan yang berisi banyak tantangan tersebut ditanggapi oleh banyak pria kaya dengan serius.

Di bawah ini adalah balasan dari seorang pria kaya yang bekerja di Finansial Wall Street: ↓

Saya sangat bersemangat saat membaca surat Anda. Saya rasa banyak gadis di luar sana yang punya pertanyaan sama dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi yang Anda alami, tentunya dari sudut pandang seorang profesional. Penghasilan saya per tahun lebih dari 500 ribu dollar, sesuai dengan syaratmu, jadi saya tidak main-main dengan balasan saya ini.

Menurut saya, jika dipandang dari sisi bisnis, menikahi Anda adalah sebuah keputusan yang salah. Jawabannya mudah, Saya akan coba menjelaskannya.

Saya menarik kesimpulan bahwa Anda telah menempatkan “kecantikan” dan “uang” adalah dua hal yang sederajat, di mana Anda mencoba menukar kecantikan dengan uang. Pihak A menyediakan kecantikan dan Pihak B membayar untuk itu, hal yang masuk akal. Tetapi, ada masalah besar di sini, yaitu kelak kecantikan Anda akan hilang. Faktanya, penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tetapi Anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun. Dan sebagai seorang pebisnis saya tidak akan merelakan uang saya hilang tanpa alasan yang jelas.

Jika dipandang dari sudut ekonomi, saya adalah aset positif yang selalu meningkat dan Anda adalah aset negatif yang selalu menyusut atau liabilitas. Bahkan, saya bisa berkata bahwa penyusutan aset yang Anda miliki bukan hanya penyusutan normal, tetapi penyusutan eksponensial. Jika Anda menganggap kecantikan sebagai aset, tentunya nilai Anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang.

Setiap aset selalu memiliki nilai tukar. Kecantikan Anda juga memiliki nilai tukar. Berdasarkan aturan yang kita gunakan di Wall Street, jika nilai tukar sebuah aset selalu turun maka aset tersebut harus segera dilepaskan. Menyimpan aset menurun dalam jangka waktu lama adalah ide yang sangat buruk. Maaf jika terdengar kasar, tetapi semua pria kaya tahu bahwa setiap aset dengan nilai depresiasi besar harus segera dijual atau setidaknya “disewakan”.

Anda seharusnya tahu bahwa pria dengan penghasilan lebih dari 500 ribu dollar per tahun pasti bukanlah pria bodoh. Kami mungkin mau berkencan dengan Anda, tetapi tidak untuk menikahi Anda. Saya menyarankan agar Anda melupakan saja ide untuk mencari cara menikahi pria kaya. Lebih baik Anda menjadikan diri Anda orang kaya dengan pendapatan lebih dari 500 ribu dollar per tahun. Hal ini lebih bagus daripada mencari pria kaya bodoh yang mau menikahi Anda.

Mudah2an balasan ini dapat membantu dan menyadarkan anda

(J.P. Morgan)**

**J.P Morgan adalah pendiri salah satu bank terbesar di Amerika yaitu J.P Morgan Chase Bank

(Kata Mutiara)

***

Kecantikan fisik hanya sebatas kulit. . .cepat memudar. . .lama-lama orang bisa bosan. Tapi orang yg cantik akhlak yg terbaik. . .menenangkan di saat gelisah. . . menyejukan di saat gerah. . .

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Faham Syariat = CANTIK
Tidak Faham Syariat = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rosullalloh saw bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian (HR. Muslim)



Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik. . .Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

. . .Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada. . .Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang. . .

Semoga Bermanfaat

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …
wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Sabtu, 04 Agustus 2012

Manfaat Shalat Berjamaah Di Mesjid

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;
"Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim no. 1553)

Shalat adalah ibadah wajib yang harus dilakukang oleh semua umat islam tanpa terkecuali mulai dari beranjak dewasa sampai masuk ke dalam liang lahat (meninggal dunia). Bagi laki-laki shalat secara berjamaah di masjid juga merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar kecuali ada halangan yang serius. Sedangkan bagi yang perempuan justru sholat di rumah yang paling utama.


Sebenarnya apa saja sih manfaat, keuntungan, kelebihan serta kebaikan shalat berjama'ah di masjid tepat pada waktunya :

1. Mendapatkan pahala/kebaikan dari Allah SWT 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri (Satu derajat jaraknya antara langit dengan bumi).
2. Shalat malam berjamaah di masjid pahalanya sangat besar sekali sehingga apabila manusia tahu maka mereka akan rela pergi ke masjid walaupun harus merangkak/merayap.
3. Bisa berkomunikasi dan silaturahim dengan tetangga yang sesama muslim, bertanya tentang keadaan, dsb. Memberi senyum, jabat tangan dan salam saja sudah besar pahalanya.
4. Bisa shalat di awal waktu sehingga kita tidak akan takut lupa shalat atau kelewat, karena kebiasaan kita yang suka menunda-nunda waktu mengerjakan shalat wajib subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya. Hidup kita akan jauh lebih tenang karena hidup lebih teratur/disiplin tidak perlu ingat-ingat sudah shalat atau belum.
5. Kita bisa melatih kedisiplinan dan ketaatan kita kepada Allah SWT dengan rutin shalat wajib berjamaah di masjid/mushola. Dengan menjadi pribadi yang disiplin dan takut atas azab Tuhannya maka hidup akan jauh menjadi berkualitas dan lebih baik dari orang lain yang tidak melakukannya.
6. Bagi para pemimpin, ia akan semakin dekat dengan yang dipimpinnya, karena bisa bertukar pikir (sharing) secara santai.

Itulah beberapa kebaikan jika kita selalu shalat berjama’ah di masjid atau mushola di mana pun kita berada baik di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus, di jalan/perjalanan, di pasar, dan lain sebagainya. Apabila anda memiliki tambahan silahkan gunakan fitur komentar di bawah ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan, terima kasih

wallahu a'lam bish-shawab
 
By : Mencari Rezky

Jumat, 03 Agustus 2012

"Rahasia Menulis – Salim A. Fillah"

(Penulis besar Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah")

Berikut ini adalah kulwit #write dari Salim A. Fillah. Di dalamnya terdapat ilmu dan hikmah luar biasa bagi kita, baik yang sudah menulis, tengah menulis, maupun ingin menulis. Alhamdulillah, Bersama Dakwah mendapat izin dari Ust. Salim A. Fillah untuk turut menyebarkan kulwit yang sangat bermanfaat ini. Langsung saja kita ikuti:

Mengapa Menulis ?
1. Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai kurniaNya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data.

2. Tapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama; ilmu dahulu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak.

3. Maka menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal; sekata tuk sealinea, sekalimat tuk se-bab, separagraf tuk sekitab.

4. Demikianlah kita fahami kalimat indah Asy Syafi'i; ilmu adalah binatang buruan, dan pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya.

5. Menulis juga jalan merekam jejak pemahaman; kita lalui usia dengan memohon ditambah ilmu dan dikaruniai pengertian; adakah kemajuan?

6. Itu bisa kita tahu jika kita rekam sang ilmu dalam lembaran; kita bisa melihat perkembangannya hari demi hari, bulan demi bulan.

7. Jika tulisan kita 3 bulan lalu telah bisa kita tertawai; maka terbaca adanya kemajuan. Jika masih terkagum juga; itu menyedihkan.

8. Lebih lanjut; menulis adalah mengujikan pemahaman kepada khalayak; yang dari berbagai sisi bisa memberi penyeksamaan dan penilaian.

9. Kita memang membaca buku, menyimak kajian, hadir dalam seminar dan sarasehan; tapi kebenaran pemahaman kita belum tentu terjaminkan.

10. Maka menulislah; agar jutaan pembaca menjadi guru yang meluruskan kebengkokan, mengingatkan keterluputan, membetulkan kekeliruan.

11. Penulis hakikatnya menyapa dengan ilmu; maka ia berbalas tambahan pengertian; kian bening, kian luas, kian dalam, kian tajam.

12. Agungnya lagi; sang penulis merentangkan ilmunya melampaui batas-batas waktu dan ruang. Ia tak dipupus usia, tak terhalang jarak.

13. Adagium Latin itu tak terlalu salah; Verba Volant, Scripta Manent. Yang terucap kan lenyap tak berjejak, yang tertulis mengabadi.

14. Tapi bagi kita, makna keabadian karya bukan hanya soal masyhurnya nama; ia tentang pewarisan nilai; kemaslahatan atau kerusakan.

15. Andaikan benar bahwa Il Principe yang dipersembahkan Niccolo Machiavelli pada Cesare de Borgia itu jadi kawan tidur para tiran...

16. ..seperti terisyu tentang Napoleon, Hitler, dan Stalin; akankah dia bertanggungjawab atas berbagai kezhaliman nan terilham bukunya?

17. Sebab bukan hanya pahala yang bersifat 'jariyah'; melainkan ada juga dosa yang terus mengalir. Menjadi penulis adalah pertaruhan.

18. Mungkin tak separah Il Principe; tapi tiap kata yang mengalir dari jemari ini juga berpeluang menjadi keburukan berrantai-rantai.

19. Dan bahagialah bakda pengingat; huruf bisa menjelma dzarrah kebajikan; percikan ilhamnya tak putus mencahaya sampai kiamat tiba.

20. Lalu terkejutlah para penulis kebenaran, kelak ketika catatan amal diserahkan, "Ya Rabbi, bagaimana bisa pahalaku sebanyak ini?"

21. Moga kelak dijawabNya, "Ya, amalmu sedikit, dosamu berbukit; tapi inilah pahala tak putus dari ilham kebajikan nan kau tebarkan."

22. Tulisan sahih dan mushlih; jadi jaring yang melintas segala batas; menjerat pahala orang terilham tanpa mengurangi si bersangkutan.

23. Menulis juga bagian dari tugas iman; sebab makhluq pertama ialah pena, ilmu pertama ialah bahasa, dan ayat pertama berbunyi "Baca!"

24. Tersebut di HR Ahmad dan ditegaskan Ibn Taimiyah dalam Fatawa, "Makhluq pertama yang diciptaNya ialah pena, lalu Dia berfirman...

25. .."Tulislah!" Tanya Pena; "Apa yang kutulis, Rabbi?" Kata Allah; "Tulis segala ketentuan yang Kutakdirkan bagi semua makhluqKu."

26. Adapun ilmu yang diajarkan pada Adam dan membuatnya unggul atas malaikat nan lalu bersujud adalah bahasa; kosa kata. (QS 2: 31)

27. Dan "Baca!"; wahyu pertama. Bangsa Arab nan mengukur kecerdasan dari kuatnya hafalan hingga memandang rendah tulis-baca, Sebab...

28. ..menulis -kata mereka- ialah alat bantu bagi yang hafalannya di bawah rata-rata, tiba-tiba meloncat ke ufuk, jadi guru semesta.

29. Muhammad hadir bukan dengan mu'jizat yang membelalakkan; dia datang dengan kata-kata yang menukik-menghunjam, disebut 'Bacaan'.

30. Maka Islam menjelma peradaban Ilmiah, dengan pena sebagai pilarnya; wawasan tertebar mengantar kemaslahatan ke seantero bumi.

31. Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari ujung jemari kita; sungguh, buku dapat menggugah jiwa manusia dan mengubah dunia.

32. Bagaimana sebuah tulisan bisa mengilhami; tak tersia, tak jadi tragika, dan tak menjatuhkan penulisnya dalam gelimang kemalangan?

3 Kekuatan Menulis
33. Saya mencermati setidaknya ada 3 kekuatan yang harus dimiliki seorang penulis menggugah; Daya Ketuk, Daya Isi, dan Daya Memahamkan.

Daya Ketuk
34. Daya Ketuk ini paling berat dibahas; yang mericau ini pun masih jauh & terus belajar. Ia masalah hati; terkait niat & keikhlasan.

35. Pertama, marilah jawab ini: 1) Mengapa saya harus menulis? 2) Mengapa ia harus ditulis? 3) Mengapa harus saya yang menuliskannya?

36. Seberapa kuat makna jawaban kita atas ke-3 tanya ini, menentukan seberapa besar daya tahan kita melewati aneka tantangan menulis.

37. Alasan kuat tentang diri, tema, dan akibat dunia-akhirat jika tak ditulis; akan menggairahkan, menggerakkan, membakar, menekunkan.

38. Keterlibatan hati dan jiwa dengan niat menyala itulah yang mengantarkan tulisan ke hati pembaca; mengetuk, menyentuh, menggerakkan.

39. Tetapi; tak cukup hanya hati bergairah dan semangat menyala saja jika yang kita kehendaki adalah keinsyafan suci di hati pembaca.

40. Menulis memerlukan kata yang agung dan berat itu; IKHLAS. Kemurnian. Harap dan takut hanya padaNya. Cinta kebenaran di atas segala.

41. Allah gambarkan keikhlasan sejati bagai susu; terancam kotoran dan darah, tapi terupayakan; murni, bergizi, memberi tenaga suci...

42. ...dan mudah diasup, nyaman ditelan, lancar dicerna oleh peminum-peminumnya, menjadi daya untuk bertaat dan bertaqwa (QS 16: 66).

43. Maka menjadi penulis yang ikhlas sungguh payah dan tak mudah, ada goda kotoran dan darah, kekayaan dan kemasyhuran, riya' dan sum'ah.

44. Jika ia berhasil dilampaui; jadilah tulisan, ucapan dan perbuatan sang penulis bergizi, memberi arti, mudah dicerna jadi amal suci.

45. Sebaliknya; penulis tak ikhlas itu; tulisannya bagai susu dicampur kotoran dan darah, racun dan limbah; lalu disajikan pada pembaca.

46. Ya Rabbi; ampuni bengkoknya niat di hati, ampuni bocornya syahwat itu dan ini, di tiap kali kami gerakkan jemari menulis dan berbagi.

47. Sebab susu tak murni, tulisan tak ikhlas, memungkinkan 2 hal: a) pembaca muak, mual, dan muntah bahkan saat baru mengamati awalnya.

48. Atau lebih parah: b) pembaca begitu rakus melahap tulisan kita; tapi yang tumbuh di tubuhnya justru penyakit-penyakit berbahaya.

49. Menulis berkeikhlasan, menabur benih kemurnian; agar Allah tumbuhkan di hati pembaca pohon ketaqwaan. Itulah daya ketuk sejati.

50. Daya sentuh, daya ketuk, daya sapa di hati pembaca; bukan didapat dari wudhu' dan shalat yang dilakukan semata niat menoreh kata..

51. ...Ia ada ketika kegiatan menghubungkan diri dengan Dzat Maha Perkasa, semuanya, bukan rekayasa, tapi telah menyatu dengan jiwa..

52. ...lalu menulis itu sekedar satu dari berbagai pancaran cahaya yang kemilau dari jiwanya; menggenapi semua keshalihan nan mengemuka.

Daya Isi
54. Setelah Daya Ketuk, penulis harus ber-Daya Isi. Mengetuk tanpa mengisi membuat pembaca ternganga, tapi lalu bingung berbuat apa.

55. Daya Ketuk membuat pembaca terinsyaf dan tergugah; tapi jika isi yang kemudian dilahap cacat, timpang, rusak; jadilah masalah baru.

56. Daya Isi adalah soal ilmu. Mahfuzhat Arab itu sungguh benar; "Fakidusy Syai', Laa Yu'thi: yang tak punya, takkan bisa memberi."

57. Menjadi penulis adalah menempuh jalan ilmu dan berbagi; membaca ayat-ayat tertulis; menjala hikmah-hikmah tertebar. Tanpa henti.

58. Ia menyimak apa yang difirmankan Tuhannya, mencermati yang memancar dari hidup RasulNya; dan membawakan makna ke alam tinggalnya.

59. Dia fahami ilmu tanpa mendikotomi; tapi tetap tahu di mana menempatkan yang mutlak terhadap yang nisbi; mencerahkan akal dan hati.

60. Penulis sejati memiliki rujukan yang kuat, tetapi bukan tukang kutip. Segala yang disajikan telah melalui proses internalisasi.

61. Penulis sejati kokoh berdalil bukan hanya atas yang tampak pada teks; tapi disertai kefahaman latar belakang dan kedalaman tafsir.

62. Dengan proses internalisasi; semua data dan telaah yang disajikan jadi matang dan lezat dikunyah; pembacanya mengasup ramuan bergizi.

63. Sebab konon 'tak ada yang baru di bawah matahari'; tugas penulis sebenarnya memang cuma meramu hal-hal lama agar segar kembali.

64. Atau mengungkap hal-hal yang sudah ada, tapi belum luas dikenali. Diperlukan ketekunan untuk melihat satu masalah dari banyak sisi.

65. Atau mengingatkan kembali hal-hal yang sesungguhnya telah luas difahami; agar jiwa-jiwa yang baik tergerak kuat untuk bertindak.

66. Maka dia suka menghubungkan titik temu aneka ilmu dengan pemaknaan segar dan baru, dengan tetap berpegang kaidah sahih dan tertentu.

67. Dia hubungkan makna nan kaya; fikih dan tarikh; dalil dan kisah; teks dan konteks; fakta dan sastra; penelitian ilmiah dan sisi insaniyah.

68. Dia menularkan jalan ilmu untuk tak henti menggali; tulisannya tak membuat orang mengangguk berdiam diri; tapi kian haus mencari.

69. Ia bawakan pemaknaan penuh warna; beda bagi masing-masing pembaca; beda bagi pembaca sama di saat lainnya. Membaru, mengilhami selalu.

70. Maka karyanya melahirkan karya; syarah dan penjelasan, catatan tepi dan catatan kaki, juga sisi lain pembahasan, dan bahkan bantahan.

Daya Memahamkan
71. Seorang penulis menggugah memulai Daya Memahamkan-nya dengan satu pengakuan jujur; dia bukanlah yang terpandai di antara manusia.

72. Sang penulis sejati juga memahami; banyak di antara pembacanya yang jauh lebih berilmu dan berwawasan dibandingkan dirinya sendiri.

73. Maka dalam hati, dia mencegah munculnya rasa lebih dibanding pembaca: "Aku tahu. Kamu tidak tahu. Maka bacalah agar kuberitahu."

74. Setiap tulisan dan buku yang disusun dengan sikap jiwa penulis "Aku tahu! Kamu tak tahu!" pasti berat dan membuat penat saat dibaca.

75. Kadang senioritas atau lebih tingginya jenjang pendidikan tak tersengaja lahirkan sikap jiwa itu. Sang penulis merasa lebih tahu.

77. Sikap jiwa kepenulisan harus diubah; dari "Aku tahu! Kamu tak tahu!" menjadi suatu rasa nan lebih adil, haus ilmu, dan rendah hati.

78. Penulis sejati ukirkan semboyan, "Hanya sedikit ini yang kutahu, kutulis ia untukmu, maka berbagilah denganku apa yang kau tahu."

79. Penulis sejati sama sekali tak berniat mengajari. Dia cuma berbagi; menunjukkan kebodohannya pada pembaca agar mereka mengoreksi.

80. Penulis sejati berhasrat tuk diluruskan kebengkokannya, ditunjukkan kelirunya, diluaskan pemahamannya, dilengkapi kekurangannya.

81. Penulis sejati jadikan dirinya seakan murid yang mengajukan hasil karangan pada guru; berribu pembaca menjelma guru berjuta ilmu.

82. Inilah yang jadikan tulisan akrab dan lezat disantap; pertama-tama sebab penulisnya adil menilai pembaca, haus ilmu, dan rendah hati.

83. Pada sikap sebaliknya, kita akan menemukan tulisan yang berribu kali membuat berkerut dahi, tapi pembacanya tak kunjung memahami.

84. Lebih parahnya; keinginan untuk tampil lebih pandai dan tampak berilmu di mata pembaca sering membuat akal macet dan jemari terhenti.

85. Jika lolos tertulis; ianya jadi kegenitan intelektual; inginnya dianggap cerdas dengan banyak istilah yang justru membuat mual.

86. Kesantunan Allah jadi pelajaran buat kita. RasulNya menegaskan surga itu tak terbayangkan. Tapi dalam firmanNya, Dia menjelaskan.

87. Dia gambarkan surga dalam paparan yang mudah dicerna akal manusia; taman hijau, sungai mengalir, naungan rindang, buahan dekat..

88. ..duduk bertelekan di atas dipan, dipakaikan sutra halus & tebal, pelayan hilir mudik siap sedia, bidadari cantik bermata jeli..

89. Allah Maha Tahu, tak bersombong dengan ilmu; Dia kenalkan diriNya bukan sebagai Ilah awal-awal, melainkan Rabb nan lebih dikenal.

90. Penulis sejati hayati pesan Nabi; bicaralah pada kaum sesuai kadar pemahamannya, bicaralah dengan bahasa yang dimengerti mereka.

91. Penulis sejati mengerti; dalam keterbatasan ilmu nan dimiliki, tugasnya menyederhanakan yang pelik, bukan merumitkan yang sahaja.

92. Itupun tidak dalam rangka mengajari; tapi berbagi. Dia haus tuk menjala umpan balik dari pembaca; kritik, koreksi, dan tambah data.

93. Penulis sejati juga tahu; yang paling berhak mengamalkan isi anggitannya adalah dirinya sendiri. Daya Memahamkan berhulu di sini.

94. Sebab seringkali kegagalan penulis memahamkan pembaca disebabkan diapun tak memahami apa yang ditulisnya itu dalam amal nyata.

95. Begitulah Daya Memahamkan; dimulai dengan sikap jiwa yang adil, haus ilmu, dan rendah hati terhadap pembaca kita, lalu dikuatkan..

96. ..dengan tekad bulat tuk menjadi orang pertama nan mengamalkan tulisan, dan berbagi pada pembaca dengan hangat, akrab, penuh cinta.

97. Kali ini, tercukup sekian ya Shalih(in+at) bincang #Write. Maafkan tak melangkah ke hal teknis, sebab banyak nan lebih ahli tentangnya:)

98. Kita lalu tahu; menulis bukanlah profesi tunggal dan mandiri. Ia lekat pada kesejatian hidup sang mukmin; tebar cahaya pada dunia.

99. Maka menulis hanya salah satu konsekuensi sekaligus sarana bagi si mukmin tuk menguatkan iman, 'amal shalih, dan saling menasehati.

100. Jika ada 'amal lain yang lebih kuat dampaknya dalam ketiga perkara itu; maka kita tak boleh ragu: tinggalkan menulis menujunya.

Demikian kulwit #write dari Salim A. Fillah. "Rahasia Menulis – Salim A. Fillah" hanyalah judul yang diberikan Bersama Dakwah untuk memudahkan pembaca, mohon maaf jika malah mengurangi daya ketuk, daya isi, dan daya memahamkan kulwit ini. Kepada Ustadz Salim A. Fillah kami sampaikan jazaakallah khairan katsir, jazaakallah ahsana jazaa atas izin dan ilmunya.

Kamis, 02 Agustus 2012

Sesungguhnya Kami Ciptakan Manusia Itu Dalam Bentuk Yang Sebaik-baiknya



Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh


Bismillahirrahmanirrahim
Kalau kita mau melihat dengan lebih bijak dan arif (bukan berarti selama ini arif kurang bijak..) kita akan melihat kesempurnaan yang indah di dunia ini.

Cobalah lihat surat Al Ma'idah:

"...al yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu alaikum ni'matii waradliitu lakum islaama diina..."
yang artinya: " ...Pada hari ini telah kusempurnakan agamamu dan kucukupkan nikmatKu kepadamu dan Ku ridhai Islam itu sebagai agamamu...dst."

Berarti agama Islam sempurna kan? dimana kita memeluk agama islam? sejak kita di dunia kan? sampai akhirat ntar.
Nah, berarti ada yang sempurna dong, di dunia..

Lalu simak ayat berikut:

"Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim..." (sesungguhnya Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya.)

Bentuk yang sebaik-baiknya? apa itu maksudnya? bukankah itu mengandung makna sempurna?
Allah menciptakan kita, manusia, dengan sempurna. dengan kaki kita, tangan kita, kepala kita, otak kita. sifat2 yang tidak dimiliki makhluk lain selain manusia. semuanya untuk kita, manusia.

Berarti, manusia itu sempurna. kenapa sempurna? karena manusia diciptakan oleh Dzat yang Maha Sempurna. Sesuatu yang diciptakan oleh dzat yang Maha Sempurna, tentu saja sempurna. Kalau kita bilang ciptaan Allah tidak sempurna, berarti Allah cacat dong, dalam penciptaannya. Padahal tidak mungkin Allah tidak sempurna.

Hanya saja, kesempurnaan Allah dengan kesempurnaan manusia, tentu bukan hal yang bisa dibandingkan. Allah sempurna - sesempurna - sempurnanya. sedangkan manusia, hanya sempurna sebagai wujud manusia. Ini dua hal yang mutlak berbeda.

Contoh sederhananya saja: anak TK dengan Profesor. anak TK dibilang sempurna ketika dia bisa pipis di tempatnya, bilang "mama" dengan benar, tidak pelat, dsb. tapi seorang profesor dibilang sempurna ketika dia bisa memecahkan kode matematik yang paling rumit sejagat, menciptakan teori super kompleks dari pemikiran sederhana, berdiskusi dengan bahasa antah berantah yang hanay orang2 dengan titel doctor yang mengerti. Keduanya sama2 sempurna, namun tidak bisa dibandingkan.

Itu baru anak TK dengan profesor. Apalagi makhluk dengan pencipta-Nya. Jelas tidak bisa dibandingkan.

Tetapi bagaimanapun juga, Allah menciptakan kita ke dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Seperti apapun kelihatannya.. meski ada orang yang dilahirkan cacat, buta, lumpuh, jelek... Allah tetap menitipkan kesempurnaan itu dalam bentuk manusia. karena selalu ada rahasia besar dibalik semua kejadian. Kita hanya dengan rendah hati berusaha memahaminya, dan dengan tawadu' mengakui kebesaran Allah. Subhanallah...

tetapi jangan lupa, bahwa kemudian ayat ini dilanjutkan dengan;

 "tsumma rodadnaahu asfala saafiliin"
(kemudian Kami kembalikan manusia ke tempat yang serendah - rendahnya)

Tempat yang serendah2nya? dimana itu? dimana lagi kalau bukan neraka. Ini adalah gaya bahasa Al Qur'an. Selalu menarik untuk disimak. Manusia yang semula disanjung dalam ayat sebelumnya, kemudian dijatuhkan sedalam2nya (asfala safiliin).
Tentu tidak bisa disamakan dengan kebiasaan warga Tanjungsari yang suka "memuji setinggi langit dan menjatuhkan sampai ke dasar bumi" tapi ini bahasan lain.:)

Lalu bagaimana bisa manusia yang semula dimulyakan lalu direndahkan serendah2nya? Bagaimana agar kita tidak menjadi sepeti itu?
Tenang saja, karena Al Qur'an juga adalah kitab yang sempurna, tentu Al Qur'an pula yang memberikan solusinya. Ini dijelaskan dalam ayat selanjutnya;

"illalladziina aamanu wa'amilusshoolihaati falahum ajrun gairu mamnuun"

Maka demikianlah, yang dituliskan dalam Al Qur'an "kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan amal sholeh; maka bagi mereka pahala yang tidak ada putus2nya..." maka cara agar kita tetap dimulyakan sebagai manusia tak lain tak bukan adalah dengan beriman dan beramal sholeh.

Jadi, kita, manusia, diciptakan dengan sempurna, diberi akal yang sempurna, hati2 jangan sampai akal kita sendiri membuat kita justru menjadi makhluk yang direndahkan. Karena bermain2 dengan akal bila tanpa dasar iman yang kuat justru malah akan membuat kita menjadi tersesat.
Inilah yang menciptakan aliran2 yang dianggap sesat, karena manusia terlalu mengagungkan akalnya, dan menjalankan agama dengan hanya menggunakan akal.

Pembahasan hal semacam ini bakal panjang lebar. cape nulisnya. kok malah jadi kemana-mana ya...

Beberapa ayat di atas adalah terjemahan bebas sendiri, tapi tentu dengan dasar. Akan tetapi tentu menyadari keterbatasan penulis, kalau ada teman2 yang mau memberikan koreksi dengan dasar yang jelas dan lebih baik, terima kasih sekali.
Karena jangan sampai kita menjadi sesat dan menyesatkan.

(kalau temen2 bingung, tulisan ini dicuekin aja. menakutkan, kalau salah persepsi, beda pemahaman, bisa jadi sesat nanti. Jangan sampe gara2 baca tulisan ini, percaya, trus salah kaprah dengan menganggap dirinya sempurna seperti Allah. Kayak Syeh Siti Jenar yang menganggap dirinya adalah Allah.
Yang penting kita luaskan cara pandang kita, belajar dengan lebih tekun, berguru kepada orang yang benar. Dan sekali lagi; sesempurna apapun kita diciptakan, JANGAN PERNAH MENGAGUNGKAN DIRI KITA. Kita hanyalah manusia, yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah)

Kunci dari tulisan ini adalah bahwa kata "sempurna" bisa diartikan dalam berbagai sudut pandang. Tergantung bagaimana kita memandangnya. dan apa atau siapa yang yang kita pandang. Hanya saja pembahasan jadi kemana-mana, hehe..

Sebenernya rada takut juga nulis kayak gini. Semoga tulisan ini ada manfaatnya dan tidak menimbulkan salah faham.

wabillahi taufiq walhidayah,

wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky

Sepucuk Surat Teruntuk Istriku Tercinta

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim

 

Istriku Tercinta,

Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.

Istriku Tercinta,

Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.

Istriku Tercinta...

Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.

Istriku Tercinta....

Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.

Istriku Tercinta....
Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.

Istriku Tercinta,...

Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.

Istriku Tercinta,...

Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka.

Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu.Istriku Tercinta,....  tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.

Sayangku…

Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.

Istriku Tercinta,...

Aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta.

Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.

Istriku Tercinta,...

Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,

Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.

Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai.

Aku berpesan kepadamu,

Kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.

Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.

Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.

Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput.

Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.

Salam bahagia

Suamimu.
By ; Mencari Rezky

Rabu, 01 Agustus 2012

Mukjizat Nabi Membelah Bulan

 (By:Prof. dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris)


Bismillahirrahmanirrahim 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 

 
Berbagai macam mukjizat telah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya Rasullah Muhammad SAW, untuk memberi kebenaran atas Kerasulan yang disandangnya. Salah satu mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW, ialah “Membelah Bulan”. Sebagaimana hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu berikut ini, ia berkata :

“Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW lalu Rasulullah SAW bersabda : Saksikanlah oleh kalian.” (Shahih Muslim No. 5010) 

Hadist riwayat Anas RA, dia berkata : “Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.” (Shahih Muslim No. 5013) 

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :
“Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.” 

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya :
“Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?” 

Maka professor pun menjawabnya : 
“Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. 

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. 

Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.  

Dan setelah selesai Prof. dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata : “Aku daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?” 

Prof. dr. Zaghlul Al-Najar menjawab : 
“Dipersilahkan dengan senang hati.” 

Daud Musa Pitkhok berkata : 
“Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya, dan aku pun membawa terjemahan itu pulang ke rumah. dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. dan aku pun membacanya : 
“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434]. dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435].” (QS. Al-Qamar : 1-3) 
[1434] Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan”, ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW. 
[1435] Maksudnya, bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat. 

Maka aku pun bergumam : “Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu???” 
Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya, dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. 

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. 
Daripada itu, diantara diskusi hangat tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. 

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata : “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” 

Mereka pun menjawab : “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan
tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.” 

Maka presenter itu pun bertanya : “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?” 

Mereka menjawab : “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!” 

Presenter pun bertanya : “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” 

Mereka menjawab : “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi, kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”. 

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan : “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Subhanallah.”  
By : Mencari Rezky

Kamis, 19 Juli 2012

Mari Kita Sambut Ramadhan Dengan Penuh Suka Cita,..Bukan Puasa Menahan Haus Dan Lapar aja !!!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim

 


Rasulullah pernah bersabda,bahwa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja. Apakah nilai puasa kita seperti itu, dan bagaimana agar puasa kita berkaualitas dan menjadikan kita orang yang taqwa, yang menghasilkan pahala dan balasan yang besar dari Allah?. Maka kita harus menjaga atau menjauhi perbuatan-perbuatan yang dapat merusak puasa kita.

Tingkat-tingkat Kualitas Puasa

Berdasarkan realita ibadah puasa yang dilakukan oleh manusia, Ibnu Qudamah membagi puasa menjadi tiga:

· Puasa orang awam, yaitu sekedar menahan perut dan kemaluan dari keinginannya.

· Puasa orang khusus, yaitu menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota badan dari perbuatan-perbuatan dosa.

· Puasa orang yang lebih khusus, yaitu puasanya kalbu dari keinginan-keinginan yang hina, pemikiran-pemikiran yang menjauhkan dari Allah dan menahan kalbu dari selain Allah secara total. [Mukhtashar Minhajul Qashidin:58]

Demikian yang terjadi pada pengamalan manusia terhadap ibadah puasa ini, semestinya semua orang, baik yang awam atau yang berilmu agar menjadikan puasanya ini pada tingkatan yang tertinggi. Dan disinilah lahan untuk berpacu bagi semua orang yang berjalan menuju Allah dalam ibadah ini, semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk berlomba-lomba dalam meraih yang terbaik.

Beberapa Perbuatan Yang Merusak Amalan Puasa

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan seorang Muslim yang puasa agar berhias dengan akhlak yang mulia dan shalih, menjauhi perbuatan keji dan munkar. Seorang yang puasa wajib menjauhi amalan yang merusak puasanya, hingga bermanfaatlah puasanya dan tercapailah ketaqwaan yang Allah firmankan: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [Al-Baqarah : 183]

Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa” [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah]

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan ancaman yang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)” [Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah menerangkan: “Seorang yang berpuasa adalah orang yang anggota badanya berpuasa dari perbuatan-perbuatan dosa, lisannya berpuasa dari kata dusta, kata keji, dan ucapan palsu, perutnya berpuasa dari makanan dan minuman, kemaluannya berpuasa dari bersetubuh. Bila dia berbicara, tidak berbicara dengan sesuatu yang merusak puasanya, bila berbuat, tidak berbuat dengan suatu perbuatan yang merusak puasanya, sehingga seluruh ucapannya keluar dalam keadaan baik dan manfaa”.

Dalam hadist lainnya Rsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya. [Shahih, HR Al-Bukhari]

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lihat kitab Shahih Targhib]

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman : …maka bila pada hari puasanya seseorang di antara kalian janganlah ia melakukan rafats dan janganlah ia berteriak atau ribut, bila seseorang mencacimu atau mengganggumu maka katakanlah: ‘Saya ini orang yang sedang berpuasa…’.” [Shahih, HR Al-Bukhari]

Dari Abu Hurairah dari Nabi ia bersabda: “Janganlah kamu saling mancaci (bertengkar mulut) sementara kamu sedang berpuasa maka bila seseorang mencacimu katakana saja: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’, dan kalau kamu sedang berdiri maka duduklah.” [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah dalam At Targhib]

Kesimpulan

Dari hadits-hadits di atas maka dapat kita simpulkan bahwa beberapa perbuatan yang dapat merusak ibadah puasa kita sehingga tidak mendapatkan pahala kecualai lapar dan haus saja adalah sebagai berikut:

1. Berkata dusta atau bohong

2. Berkata sia-sia atau yang tidak punya manfaat

3. Rafas atau berkata yang membangkitkan syahwat atau hubungan seks atau yang merangsang

4. Berkata keji dan kotor termasuk mencaci dan memaki orang lain

5. Melakukan sesuatu yang sia-sia atau tidak ada gunanya seperti main catur, main kartu dlsb walaupun tidak bertaruh atau judi

6. Berbuat jahil atau jahat kepada orang lain

7. Melakukan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahala puasa seperti melihat atau mendengar gossip termasuk menonton infotaintmen yang membicarakan aib orang lain.

8. Dan lain-lain perbuatan yang tidak sesuai dengan tujuan puasa itu yaitu menahan diri dari segala perbuatan tercela.

Demikian beberapa hal yang harus dijauhi saat seseorang sedang berpusa agar pahala puasanya tidak rusak disamping menjauhi hal-hal yang akan membatalkan puasanya.

Wallahu alam
 

By : Mencari Rezky

2 Hal Yang Harus Kita Ingat dan 2 Hal Yang Harus Kita Lupakan

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim

 
2 Hal Yang Harus Kita Ingat

1 Kebaikan Orang Terhadap Kita
2 Keburukan Kita Terhadap Orang Lain

Dengan mengingat kebaikan orang lain terhadap kita tentu akan menumbuhkan perasaan ingin membalas kebaikan orang tersebut yang nantinya akan mempererat tali persaudaraan diantara kita. Dengan mengingat keburukan yang kita perbuat terhadap orang lain, tentu akan menuntun kita menjadi orang yang rendah hati dengan meminta maaf atas keburukan tersebut terhadap Allah s.w.t dan Orang yang kita berbuat buruk terhadapnya.

2 Hal Yang Harus Kita Lupakan
1 Kebaikan Kita Terhadap Orang Lain
2 Keburukan Orang Lain Terhadap Kita

Dengan melupakan kebaikan kita terhadap orang lain, semoga menjauhkan kita dari sifat sombong yang menghancurkan. Melupakan Keburukan orang lain yang diperbuat terhadap kita, tentu akan menciptakan jiwa pemaaf dan ikhlas dalam diri kita.
wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky

HATI-HATI MEMBERI LIKE DI AKUN FACEBOOK

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
 

Like atau Suka dalam dunia maya, khususnya dalam jaringan sosial facebook merupakan tanda setuju dan menyetujui terhadap suatu note, komen, image, dan tautan tersebut. Oleh karena apa yang kita setujui atas perbuatan, dalam hal orang menulis dan membagi (share) note, komen, image, dan tautan tersebut. Akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,


" Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu". (QS Al Hijr [15]:92-93)


"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya". (QS.Al-Israa [ 17]:36)

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (QS.Qaaf [50]:18)

wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky



NB :
Kalau di kaitkan Ilmu Hukum Positif(Hukum Pidana) adalah turut serta dalam arti menyetujuhi suatu perbuatan. Yang turut serta (medepleger). adalah orang yang dengan sengaja turut berbuat atau turut mengerjakan dan menyetujuhi terjadinya sesuatu. Oleh karena itu, kualitas masing-masing peserta tindak pidana adalah sama.

Harus Berhati-Hati Dalam Berbicara(Menulis Di Akun FB)


Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim




"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah Subhanahu wa ta'ala yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah Subhanahu wa ta'ala yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah Subhanahu wa ta'ala mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi
Muhammad SAW disebutkan:
"Barangsiapa yang beriman pada Allah Subhanahu wa ta'ala dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam." (HR Bukhari,Muslim)

Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra: "Bahwasanya perkataan rasulullah salallahu alahi wasallam itu selalu jelas sehingga biasdifahami oleh semua yang mendengar." (HR Abu Daud)

Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi Muhammad SAW:
"Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara." Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: "Orang2 yang sombong." (HR Tirmidzi dan dihasankannya)

Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa'il:
Adalah Ibnu Mas'ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu Abdurrahman (gelar Ibnu Mas'ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari?
Maka jawab Ibnu Mas'ud :
Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi Allah Subhanahu wa ta'ala dan beliau menjawab kuatir membosankan kami
(HR Muttafaq 'alaih)

Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan:
dari Anas ra bahwa adalah nabi salalahualaihi wasallam jika berbicara maka beliau mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau salalahualaihi wasallam mendatangi rumah seseorang maka beliaupun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)

Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah Subhanahu wa ta'ala yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah Subhanahu wa ta'ala yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah Subhanahu wa ta'ala mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi salalahualaihi wasallam:
"Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah dipuncak surga bagi yang baik akhlaqnya." (HR Abu Daud)

Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat,berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Bukanlah seorang mu'min jika suka mencela, mela'nat dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)

Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi Allah Subhanahu wa ta'ala di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa." (HR Bukhari)

Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya." (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)

Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam:
"Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat." (HR Bukhari)

Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi Muhammad SAW:
"Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian salingmeng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR Muttafaq 'alaih)

Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi salalahualaihi wasallam dari Abdurrahman bin abi Bakrah dari bapaknya berkata: Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi salalahualaihi wasallam : "Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!" (2 kali), lalu kata beliau salalahualaihi wasallam: "Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga Allah Subhanahu wa ta'ala mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi Allah Subhanahu wa ta'ala, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya." (HR Muttafaq 'alaih dan ini adalah lafzh Muslim)

Dan dari Mujahid dari Abu Ma'mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: NabiMuhammad SAWmemerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)

Wallahu a'lam bishawab

By : Mencari Rezky

Sabtu, 07 Juli 2012

ORANG YANG BANGKRUT

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMI

ASSALAMUALAIKUM WARAHAMATULLAH WABARAKATUH


Sahabatku, ini adalah tulisan guruku yang Rossita copas. Tulisan ini bisa kita jadikan renungan bersama. Guru Rossita saat i ni sedang sakit, mohon sahabat-sahabatku ikut mendoakan untuk kesembuhannya. Sekalipun guru Rossita itu sakit, guru masih menyempatkan membuat tulisan. Semoga bermanfaat.

Di akherat, satu persatu diadili ALLAH. Terdapatlah seorang ABID (ahli ibadah) yg mendapat giliran mengadap Allah. Sebut sj namanya TUKANG UMUK. Oleh karena merasa amalnya banyak, TUKANG UMUK menghadap ALLAH dengan perasaan tenang dan santai. Terbayang akan mendapatkan balasan Surga, tapi betapa terkejutnya ketika ALLAH menyatakan bahwa dia mesti masuk neraka.

1. TUKANG UMUK: Tuhan, aku protes. Kenapa aku dimasukkan neraka. Aku beriman.
2. ALLAH : Benar, engkau beriman, tapi Imanmu tidak Ikhlas. Ikhlas artinya murni. Murni artinya tidak tercampur dgn yang munkar.

Benar, engkau beriman, tapi Imanmu kecampuran dengan Bid'ah. Engkau membuat aturan sendiri. Engkau membuat jalan sendiri. Apakah engkau Kuberi wewenang untuk membuat cara tersendiri dalam beragama ? Bukankah Nabimu telah menyampaikan bahwa tiap-tiap perkara bid'ah pasti Kutolak ibadaahnya.

Benar, engkau beriman, tapi imanmu kecampuran dengan syirik. Engkau menyembah pada-KU, tapi engkau juga menyembah jabatan. Demi mendapatkan jabatan, engkau rela berbuat apa sj. Engkau menyembah pada-KU, tp demi mendapatkan harta, engkau berbuat semaumu. Engkau bertuhan pada-KU, tapi engkau juga bertuhan pd jabatan dan harta. Engaku mendaukan Aku, padahal engkau tahu bahwa Aku paling marah jika diduakan. Tukang Umuk, imanmu tidak murni. Aku hanya menerima yang murni. Masuklah kamu ke neraka !

3. TUKANG UMUK: Tuhan, aku Sholat 5 waktu. Engkau berjanji akan memberikan surga bagi yang mengerjakan hplat 5 waktu. Aku menagih janji-MU.

4. ALLAH: Benar, engkau telah mengerjakan Sholat 5 waktu, tapi itu hanya fisikmu saja. Engkau lalai dalam Sholat. Sholat itu itu artinya PUJI-PUJIAN KEPADAKU. Bacaan-bacaan sholat berisi puji-pujian pada-Ku. Dalam sholatmu, engkau juga berkata bahwa SEGALA PUJI BAGI ALLAH SERU SEKIAN ALAM (ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN), tapi mengapa selesai shalat justru engkau sering riya dan pamer.

AKU tahu kau adalah ustadz yang suka ceramah. Kau suka menyebarkan kebajikan via FACEBOOK. Kau suka menolong orang, tapi semua itu bukan untuk-KU tapi untuk dirimu sendiri. Kau ingin pujian dari orang-orang, dan pujian itu telah kau dapatkan di dunia, tapi pujian dari-KU tidak akan kau dapati.

Sholat artinya doa. Bacaan-bacan Sholat memang berisi doa-doa. Bukankah Nabimu pernah menyampaikan bahwa "ingatlah ketika doa tidak didengar ALLAH, yakni ketika hamba itu tidak melakukan Amar Makruf Nahi Munkar". Itu artinaya manusia tidak boleh egois. Tidak boleh mementingkan dirinya sendiri.

Tukang Umuk, sesungguhnya sholatmu bukan untuk-KU, tapi untuk dirimu sendiri. Engkau egois. AKU tidak menerima model sholatmu. Sholatmu hanya fisik semata, tapi hakekat shalat tidak kau kerjakan. KECELAKAAN BAGI ORANG YANG SHOLAT, YAITU ORANG YANG LALAI DALAM SHOLATNYA. Dan engkau tergolong lalai karena mengerjakan sholat tapi pada saat yang bersamaan engkau melanggar perintahku. Model sholat yg seperti itu, tidak bernilai dimata-KU. Masuklah kamu ke neraka wahai Tukang Umuk !

5. TUKANG UMUK: Tuhan, tapi amalku yang lain banyak. Aku bersedekah. Aku berbuat baik pada banyak orang. Aku suka berdzikir. Bershalawat. Membaca Quran. Aku puasa. Aku berdakwah kemana-mana. Hampir seluruh propinsi di negeriku telah kudakwahi. Bahkan aku juga berdakwah hingga luar negeri.

6. ALLAH: Itu semu bernilai dimata manusia, tapi tidak bernilai dimata-KU. Bukankan syarat diterimanya amal itu mencakup 3 perkara: BERIMAN, BERIKHLAS, DAN BERILMU.

Benar, engkau beriman, tapi imanmu kecampuran riya' dan syirik. Itu artinya engkau tidak ikhlas
Benar, engkau beriman, tapi imanmu kecampuran bid'ah. Ibadah itu tidak cukup hanya mengandalkan keinginan, tapi harus didukung dengan cara yang benar. Cara ibadahmu kepada-KU tidak benar.

Tukang Umuk, berdasarkan penjelaskan-KU terbukti bahwa ibadahmu tidak murni dan tidak benar. Karena itu engkau mesti masuk neraka ! Malaikat, seret Tukang Umuk ke neraka !

7. TUKANG UMUK: Tapi Tuhan..............(MALAIKAT MALIK SEGERA MENYERETNYA KE NERAKA)


TUKANG UMUK hanyalah gambaran seorang yang ahli ibadah, tapi masuk neraka. Inilah yang dimaksud orang bangkrut di akherat nanti.

CATATAN:
Bersama catatan ini, Rossita kirimkan air mataku untuk guru. SEMOGA ALLAH MENYEHATAKAN GURU

Oleh: Rossita Khumairah Najwa II pada 17 Juli 2011