Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

✿‿✿ KECANTIKAN MUSLIMAH SEJATI ✿‿✿


Adik bungsu penulis -- Rahmalia Rosa Anggraini (Ocha)
✿‿✿ Menjaga kecantikan diri berarti menjaga etika dan budi pekerti yg baik, serta menggunakan anggota tubuh untuk hal2 yg baik berdasarkan sudut pandang syariat islam.
Sebagai contoh:
Bibir yg indah tak hanya indah menarik secara fisik, tapi juga meniscayakan penuturan kata2 yg baik dan santun yg tdk menyakitkan org lain.
Dan meninggalkan prkataan yg tdk brmanfaat.

✿‿✿ Demikian pula dg anggota tubuh lainnya, seperti mata.
Untuk menjadikan sepasang mata yg indah dan mempesona,
Maka pandanglah kebaikan2 dari orang lain. Jangan mencari2 keburukan mereka.
Dan terpenting lagi, mempergunakan mata untuk hal2 yg diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini berarti tidak menggunakan mata untuk bermaksiat.
Pandangan mata adalah mata air kemuliaan, juga sekaligus duta nafsu syahwat.

✿‿✿ Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan, hanya karena mereka tidak dapat mengendalikan mata.
Yaitu ketika matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, karena dipergunakan secara zhalim.
Seseorang muslimah yg menjaga pandangan berarti dia menjaga harga diri dan kemaluannya.
Barangsiapa yg mengumbar pandangannya, maka akan terjerumus ke dalam kebinasaan.
Inilah mengapa Rasul menegaskan, “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian.”

✿‿✿ Lalu peliharalah telinga dari mendengarkan bid’ah, gosip, kata2 keji dan sesat, atau menyebutkan kesalahan2 orang.
Telinga diciptakan untuk mendengarkan Kalam Allah dan instruksi2 Rasulullah.
Sepasang telinga yg indah dan baik adalah yg bisa mengambil manfaat ilmu2 keislaman.

✿‿✿ Lalu tangan yg baik adalah tangan yg diulurkan untuk membantu dan menolong sesama muslim, serta bersedekah dan berzakat.
Kita diberi dua tangan; satu untuk membantu kita dan satu lagi untuk membantu orang lain.
Dan Islam juga mengajarkan bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

✿‿✿ Kemudian kedua kaki yg indah adalah yg dipergunakan untuk mendatangkan keridhaan Allah.
Jagalah kedua kaki untuk tidak berjalan menuju tempat2 yg diharamkan atau pergi ke pintu penguasa yang kafir.
Karena hal itu adalah kemaksiatan yg besar dan sama saja dg merendahkan diri kalian.
Tapi pergunakanlah untuk berbakti kepada Allah, misalnya dg mendatangi masjid, tempat2 pengajian, berjalan untuk menuntut ilmu agama serta menyambung tali silaturahim, atau melangkahkannya untuk berjihad di jalan-Nya.

✿‿✿ Demikian pula dg segenap anggota tubuh lainnya.
Semuanya akan nampak indah serta mempesona apabila dipergunakan dalam rel ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecantikan fisik seorang muslimah bahkan sangat dipengaruhi kecantikan batin.
Untuk mendapatkan tubuh yg ramping, maka cobalah untuk berbagi makanan dengan orang2 fakir-miskin.

✿‿✿ Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keglamoran pakaiannya.
Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Allah dan Rasulullah.
Kecantikan sebenarnya direfleksikan dalam jiwa.

✿‿✿ Maka jadikan malu karena Allah sebagai perona pipinya.
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya.
Zikir yg senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya.
Kacamatanya adalah penglihatan yg terhindar dari maksiat.
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat.
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu.
Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama.
Pendengaran yg ma’ruf adalah anting muslimah.
Gelangnya adalah tawadhu.
Kalungnya adalah kesucian.

✿‿✿ Semoga kita bisa menjadi muslimah sejati Calon penghuni SyurgaNYA nanti..
Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamiin..

Slm santun erat ukhuwah fillah...
By: Nur Hasanah/NONIA


Catatan admin tentang penulis:

Dara manis yang memiliki nama lengkap Nonia Putri Anggraini ini berasal dari Surakarta, admin biasa menyapa wanita ramah yang lahir tanggal 15 Juli 1990 ini dengan panggilan dek Nonia.
Penulis muslimah muda kreatif yang sekarang tinggal di Surabaya ini nampaknya memang konsisten dengan gaya dakwah yang tak terkesan menggurui, ringan tapi menyimpan banyak pesan, mudah dicerna namun sarat makna. 
Konsistensinya dalam menyebar, menebar dan berbagi ilmu juga tercermin dari rajinnya ia menyajikan hal-hal baru yang menarik tuk dibaca sedang kesantunan dan kesabarannya diperlihatkan manakala dengan ramah ia layani beratus-ratus komentar pada hampir setiap status barunya. Admin dari Page  
ღღ•*Lembut Hatimu Anggun Pribadimu~Duhai Muslimah Sholehah*•ღღ.ini, pada akun FBnya lebih memilih menggunakan nama Nur Hasanah.

Sabtu, 15 September 2012

Delapan Kado Terindah


Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.





KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita juga bisa hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadilah kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang bisa disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan manispun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah ”Kau bebasberbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertangung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, andapun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado ”kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Senin, 06 Agustus 2012

Jika Malaikat Datang Menyapa

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
 Ilustrasi

"Saat engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku pernah melakukan kesalahan, saat air mata menggenang di pelupuk mata, saat do’a kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih."

Adinda, engkau begitu baik dan lembut, engkau juga tidak punya salah atau juga dosa seperti yang engkau tanyakan. Tapi Allah ingin mencoba kesabaranmu, sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi, engkau adalah adikku yang terbaik yang aku punya.

Kutatap wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan yang kau alami, walau dokter sudah memvonismu bahwa engkau hanya sanggup bertahan hidup hanya 2 tahun lagi. Tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa terjadi. Semuanya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang, kata dokter berwajah teduh itu dengan wajah yang cukup tenang siang tadi, setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam. Tapi aku yang mendengarkan rasanya seperti halilintar di siang hari, antara percaya dan tidak, karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum. Tapi mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang sudah stadium empat.

Saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya menatapku dengan senyum. "Nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha, insya Allah kalau Allah mengizinkan semuanya bisa membaik," katanya tenang.

Tanpa terasa hari terus berganti, sekarang sudah masuk tahun kedua sejak adikku divonis menderita kanker stadium empat. Badannya pun sudah mulai menyusut, tapi menurutku malah lebih baik, karena kelihatan lebih cantik karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing. Rambutnya yang rontok saat dikemoterapi sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih kelihatan sangat pendek, tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila dipandang. Harapan baru pun mulai tumbuh di hatiku, mudah-mudahan hasil kemoterapinya bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hatinya.

Aku yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku menemaninya di pembaringan, tiba-tiba adikku berkata, "Kakak, sebenarnya fungsi organ tubuh saya yang di dalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi," katanya sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-parunya.

Aku hanya diam, karena aku tahu dia juga seorang dokter, tentu sudah bisa menganalisa penyakitnya sendiri melihat dari hasil rekam medisnya. Kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia biasa-biasa saja, cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.

"Bagaimana ya kak, apakah kita boleh berdo'a meminta sesuatu kepada Allah," akupun hanya mengangguk sambil ikut berdo'a bersamanya. Perlahan kudengar do'anya dengan segala keikhlasan dan kepasrahan.

"Ya Allah, kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu. Kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik, ambillah aku dalam kasih Mu." Tanpa terasa air mataku berlinang, dan setelah berdo'a kulihat adikku tertidur tenang dan pulas.

Aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga sudah terlelap karena letih, sebab dia paling tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit dan penderitaannya. Aku pun mulai meraba denyut nadi dan memperhatikan tarikan nafasnya. Jantungku mulai terasa sesak. Oh Tuhan, apakah dia sudah Engkau panggil? Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadinya, juga desahan nafasnya.

"Ya Allah, panjangkanlah umurnya ya Allah, biar dia bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa kuliahnya seperti yang dia cita-citakan. Jangan Engkau panggil dia ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta, ya Allah," akupun berdo'a mengharap kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.

Dini hari saat subuh tiba-tiba aku dibangunkan oleh sentuhan lembut tangan adikku, "Kakak bangun kita sholat subuh, kak," katanya sambil mengusah-ngusap kepalaku. Aku jadi malu, karena aku yang ingin menjaganya semalaman malah tertidur pulas. Kulihat wajahnya begitu segar. Ya Allah, engkau dengar do'aku. Harapan baru muncul kembali, ternyata do’aku dan do'a adikku didengar oleh Allah. Mudah-mudahan umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasa gembira tak kepalang tanggung, kubantu dia turun dari tempat tidur, dan menemaninya untuk berwudhu ke kamar mandi. Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat berjalan sendiri tanpa ingin kupapah, bahagianya hati ini, hari ini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada adikku.

Pagi hari ini merupakan pagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk di depanku untuk makan bersama di satu meja dengan orang yang sangat kusayangi, makan dengan semangat. Karena sejak mulai sakit dan setelah dioperasi, banyak makanan yang tidak boleh dimakan. Tapi bagi adikku, itu tidak menjadi penghambat untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang hati tanpa ada komentar enak atau tidak. Sehingga akupun juga semakin semangat makan bersamanya, karena makanan yang dikonsumsi sangat membantu kesehatan dan daya tahan tubuhnya. Nah, yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit wajahnya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit.

Sehingga pada suatu hari dia berkata, "Kakak, alhamdulillah ya kak saya dikasih sakit sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur'an dan merenung atas segala kesalahan saya. Semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik ya kak," dia berucap sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk, walau hati ini terasa ingin menangis. Diam-diam akupun berdo'a, "Ya Allah, berikanlah jalan hidup yang terbaik untuk adikku tercinta. Hanya Engkau tempat aku memohon."

Kuusap air mata yang ingin jatuh di pipi. Aku selalu berusaha menghindari wajah sedih di hadapannya, karena aku juga tahu dia selalu berusaha menghibur hatiku, sehingga tidak pernah menampakkan penderitaannya. Tapi aku tahu dia sakit sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir kepada Allah.

Pada suatu sore, dengan rasa penasaran aku bertanya kepada dokter langganan keluarga kami, "Pak dokter, apakah penyakit kanker yang sudah stadium empat bisa disembuhkan? Karena adik saya sepertinya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat lagi dikemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan. Tapi setelah habis pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja."

Kulihat pak dokter tertunduk sambil tetap tersenyum, "Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat seperti biasa, itu adalah suatu rahmat dari Allah. Karena setahu saya penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita sekali." Pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap kami sekeluarga sebagai kerabatnya terdekat. Akupun hanya terdiam.

Ya Allah, ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam. Aku jadi ingat firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (atas cobaan itu)."

Nabi saw juga bersabda: "Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya". (HR: Bukhari).

Semoga Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas kesabarannya dan ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Hari ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis dan kesedihan, karena engkau memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali ke sisiNya dengan senyum manis dan juga keikhlasanmu menerima segala cobaan yang terberat di dalam hidup. Malaikat telah datang menyapamu siang ini, untuk mengambil dan menempatkan engkau di sisi Allah. Engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain. Betapa aku sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter, engkau memilih ikut program dokter Employee does not Remain / PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil, yaitu Stoke(Turki), padahal engkau hanyalah seorang wanita. Tapi semangatmu begitu besar ingin berbagi apa yang engkau miliki kepada masyarakat.

Hari ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan di hatimu, serta membawa rasa sakit yang kelak akan mengantarkanmu ke surganya Allah. Saat Malaikat menyapa, engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh setiap muslim bila menghadap Sang Ilahi, yaitu kalimat "Lailaha illallaah, Lailaha illallaah, Lailaha illallaah" sebanyak tiga kali. Aku menangis adikku, aku kehilanganmu, tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum di bibirmu yang manis. Hari ini aku mencium keningmu untuk yang terakhir kalinya, tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap di pangkuan Sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi, wa innaailaihi rojiu'n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada Nya kita akan kembali).

(Saat kerinduan mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adikku tercinta)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Cinta Sejati atau Cinta Buta?

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saat kamu merasakan cinta sejati, kamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannya sambil melihat sisi terbaiknya.
Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.

Hmmmmm…

Kalau dipikir-pikir lagi,
sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
itu tipiiiiiissss banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?

Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya,
namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?

Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

wallahu a'lam bish-shawab




By : Mencari Rezky

Jadilah Muslimah Sejati



Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Bidadari yang Cantik Jelita
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugrah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, yaitu bidadari-bidadari surga. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah RadhiAllohu anha pernah berkata: “warna putih adalah separoh keindahan”

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna puith. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman diatas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah RadhiAllohu anha, pernah bertanya kepad Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, yang artinya: “Wahai Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna puith kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga para wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam

(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari rezky

Sabtu, 07 Juli 2012

Manisnya dimana ?


ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH 

 

Sahabatku semua, dialog ini merupakan kisah saat perjalanan Rossita sedang berguru untuk menimba ilmu. Semoga kisah sepenggal ini bisa bermanfaat untuk semua sahabat-sahabatku. Jika ada tutur kata yang kurang berkenan, mohon dibukakan pintu maaf untuk Rossita. Bisa jadi maksud Rossita baik, namun karena tutur kata Rossita yg kurang fasih dalam mengolah kata-kata, sehingga sangat mungkin terjadi kesalahpahaman. Dan yg demikian itu murni kekhilafan Rossita. Karenanya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Syukron 

1. ROSSITA: Guru, Rossita sudah bertanya ke beberapa orang tentang suatu hal, yang menurut Rossita sulit untuk dipahami oleh Rossita. Penjelasan yang diberikan oleh orang–orang yang Rossita ajak bicara, bersifat verbal dan sulit dipahami oleh akal sehat. Rossita tidak menemukan jawaban yang memuaskan, makanya Rossita ingin bertanya kepada Guru. MulanyaRossita berusaha menghindari ketemu Guru. Rossita ingin coba cari wawasan dari orang lain. Ternyata orang-orang yg Rossita temui jauh dari harapan. Guru tidak marah atas sikap Rossita ?

2. GURU: Subhanaallah..., Guru malah senang jika Rossita banyak guru. Terlebih pd Guru yg berbeda pemahamnnya dengan Gurumu. Dengan begitu Rossita makin bijak menyikapi perbedaan.(PAUSE). Kamu mau tanya apa Rossita ?

3. ROSSITA: terkait MANISNYA PACARAN TANPA SENTUHAN DAN CIUMAN. Manisnya dimana Guru ? Logikanya begini Guru, kalau maksiat itu dibilang manis, itu masuk logika. Makanya orang suka sekali pacaran. Ibaratnya kaya Gula, manis. Dan orang suka yg manis-manis. Begitu juga pacaran. Manisnya pacaran ya kalau saling bersentuhan. Berpelukan. berciuman. Makanya orang suka pacaran. Nah kalau pacaran tanpa sentuhan. Tanpa pelukan. Tanpa ciuman. hmmm rasanya garing Guru.

4. GURU: Sudah, hanya itu ?

5. ROSSITA: Cukup itu saja Guru.

6. GURU: Teh ini rasanya manis sekali

7. ROSSITA: Ya iya lah Guru, Tehnya pakai Gula, ya jelas manis. Apalagi yg bikin orangnya juga manis. Hehehehe…maaf Guru cuma canda.

8. GURU: Tapi, ada juga lo orang yang tidak bisa merasakan manisnya Gula ? Orang yang sedang sakit lidah pasti tidak dapat merasakannya manisnya Gula. Terlepas yang sakit orang bodoh, orang pinter, pejabat, pengemis. Di saat sedang sakit, Gula yang sejatinya rasanya manis terasa pahit di lidah orang sakit itu. Rasa pahit yang ia rasakan, bukan karena Gula tidak manis rasanya, namun karena ia sedang dalam keadaan sakit. Ia tidak bisa merasakan manisnya Gula. Orang yang sakit, bisa kembali merasakan manisnya rasa Gula, ketika ia sudah menjadi sehat. BEGITU PULA DENGAN PACARAN TANPA SENTUHAN. Manisnya bercinta tanpa sentuhan/bergandengan/berciuman hanya bisa dirasakan oleh mereka yg hatinya sehat. Mereka yg hatinya sakit, tak bisa merasakan indahnya cinta tanpa sentuhan. Rossita, kondisi hati itu terbagi menjadi 3: hati yang sehat, hati yg sakit, dan hati yg mati. Coba Rossita perhatikan QS.8:2 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yg apabila dibacakan Ayat-Ayat ALLAH HATINYA BERGETAR dan BERTAMBAH-TAMBAH IMANNYA". Rossita tahu maksudnya ?

9. ROSSITA: tidak tahu Guru ?

10. GURU: Seandainya tiba-tiba orang yg paling Rossita cintai itu namnya disebut orang lain, pasti Rossita langsung bereaksi. Wujudnya bisa spontan langsung tengak-tengok mencari orang yg engaku cintai itu, atau ekspresi lainnya misalnya kaget. Nah kaget atau tengak-tengok yg semacam itu timbul akibat MENDENGAR NAMA ORANG YANG KAU CINTAI ITU DISEBUT ORANG. Reaksi yg seperti itulah yg dikatakan ada semacam GETARAN JIWA. Sebaliknya, jika Rossita tidak mencintai orang tsb, sudah pasi tidak timbul getaran jiwa. CINTALAH YANG MEMBUAT GETARAN JIWA. Begitu pula jika kita mencintai ALLAH, jika Ayat-Ayatnya disebut pasti Jiwa kita bergetar. Nah ALLAH melarang hambanya bahwa sebelum dinikahi tidak boleh saling bersentuhan. Jika suatu ketika Rossita berduaan dengan lelaki lalu timbul syahwat untuk saling bersentuhan, tetapi pada saat itu juga sadar bahwa hal itu merupakan larangan Allah, pasti Rossita tidak akan berani melanggar larangan Allah. Inilah yg dimaksud bergetar jiwanya jika disebut Nama Allah. Sebaliknya, jika di dalam jiwa kita sudah tidak bergetar (tidak takut) sehingga berani melanggar larangan Allah, itu tandanya hati kita tidak sehat. Hati kita lg sakit. Nah hati yg sakit tidak mungkin bisa merasakan manisnya taat pada Allah. Persis kaya Gula. Sekalipun Gula itu manis, tapi kalau dirinya sakit, manisnya Gula tidak terasa. Begitupun Iman Rossita, manisnya Iman hanya bisa dirasakan oleh mereka yg hatinya sehat. TAMAT.

Rossita berdoa, semoga yg memberikan jempol dan yg memberikan komentari dibalasi Allah dengan balasan yg lebih baik, serta diberikan hikmah juga diangkat derajat antum oleh Allah s.w.t. Jazakallah khairan Katsir

~ Salam Ukhuwah dari Ummu Khumairah ~

Oleh: Rossita Khumairah Najwa II pada 20 Juni 2011





Berikut adalah komentar dan tanggapan Rossita pada akun FBnya:

    • Rossita Khumairah Najwa II Jika tidak Rossita sebut satu persatu nama antum, mohon dimaklumi ya. Dalam hati Rossita, antum semua yg telah memberikan jempolnya: Rossita doakan semoga dicinata Allah dan dibalasi dgn balasan yg lebih baik. Terima kasih atas pemakluman antum atas keterbatasn diri Rossita dalam menyapa antum.


    • Fauzan Clequer Syukron Ya ukhti, sungguh nasehat yg brmanfa'at bagi saya..!!!


    • Rossita Khumairah Najwa II Makasih akhi. Sama-sama


    • Rossita Khumairah Najwa II Akhi Ars: syukrn


    • Tini Love Fauzi Assalamualaikum wr wb met sholat shubuh ukhti insya allah yg di maksud di catatan itu maaf klu kurang sopan manis setahu fauzi baik hati klu yg begitu kurang paham maaf yg ukhti seyangku


    • Tukang Umuk hmmmmmmmmm......


    • Melanie Mele Al Milhan
      hmmmmmmmmmm.....^_<


    • Abi Rafa Subhanallah...
      Dlm islam gda yg namanya pacran yg ada Ta'aruf..jd kalo da cck nikah aja lgsg so pacranya siap nikah kan lhh enak n gda lg tkut2 lg tuk ngapa2...halalan toyiban...hehee



    • Andang Ayahnda Annisa ‎:-)


    • Tini Love Fauzi Ayah ukhti subhanallah insya allah bertambah lg ketakutan nya Hanya Pada Allah swt ukhti terimakasih udah di teg fauzi klu kurang sopan maaf ya ukhti ku


    • Muhamad Shohih II ‎"LAA TAQROBUZ-ZINAA" inilah penggalan ayat Al-Qur'an yg melarang pacaran/ber2 2an bg kita org islam yg blm punya status disahkannya hubungan itu. Entah pacaran itu dg sentuh2an atau tdk, itu tetaplah larangan dan harus dijauhi


    • Ary Sedack berarti intinya tergantung iman yg terbenam dalam jiwa/manusia itu,..... semakin besar iman semakin yakin pasti apa" yg dilarang pasti dibuang,....dan apa" yg dianjurkan pasti dilaksanakan,.... semoga q slalu diberi hidayah dan iman yg teguh untuk slalu menjalankan apa" yg terkandung dalam AL-QURAN dan Al-Hadist dengan penuh keikhlasan diri,........ Aamiin,..................


    • Rossita Khumairah Najwa II
      ‎1. Untuk akhi Muhammad Sholih & Abi Rafa:


      PERTAMA, terima kasih atas pendapatnya. Rossita hargai.
      KEDUA, menurut Rossita: PACARAN ITU HUKUMNYA 2, yaitu boleh dan tidak boleh. Boleh dan tidak bolehnya PACARAN tergantung bagaimana seseorang MEMAKNAI ARTI PACARAN ITU. Jika pacaran diartikan menjalin cinta lalu diekpresikan dgn bersentuhan, dll. Nah pacaran yg model seperti ini yg tidak boleh. Jadi tidak bolehnya karena bersentuhannya. Jika pacaran itu cukup sharing/diskusi tentu tidak dosa. Ayat yg terkait WALA TAKRABUZZINA (jangan dekati Zina) ayat tsb MUTLAK BENAR, cuma kalau ayat itu dipakai untuk menghukumi pacaran TIDAK TEPAT. Ayat tsb mesti dilhat konteksnya.

      TA'ARUF itu bahasa ARAB jika diterjemahkan KENALAN. TA'ARUF & PACARAN sama sj. Hanya beda istilah. Dan dalam TA'ARUF/KENALAN tentu banyak cara, ada yg lewat perantara. Ada yg ketemu langsung,dll SEPERTI YANG DITUTURKAN AKHINA ANDI ACHMAD SANUSI bahwa untuk menikahi Nabi, khodijah melakukan penyelidikan mendalam. Masalah bagaimana cara BERKENALAN, ini murni urusan dunia atau yg diebut ibadah muamalah. Dan di dalam ibadah muamalah berlaku hukum, selama tidak ada larangan, maka dibolehkan. APAKAH PACARAN DILARANG DI DALAM QURAN DAN HADITS, pasti tidak ditemukan ayatnya. yg ditemukan itu larangan MENDEKATI ZINA. Nah mendekati ZINA itu seperti apa ? NAH DISITULAH TIMBUL NAMANYA PENAFSIRAN. Secara Qoth'i tidak ditemukan dalil pelarangan terhadap PACARAN. Sekali lg BOLEH DAN TIDAK BOLEHNYA pacaran itu tergantung bagaimana memaknai pacaran. SELAMA TIDAK MELANGGAR SYARIAT, TIDAK DOSA. SYARAIT MELARANG untuk bersentuhan, dll selama belum dinikahi. ITU YANG POKOK.

      Terkait larangan: larangan itu ada 2 jenis. Larangan keras dan larangan lunak. Larangan keras adalah jenis larangan yg ada sangsi hukumnya. Misalnya bagi yg melanggar mendaaptkan DOSA BESAR atau ancaman masuk neraka. Contoh ZINA. Larangangan melakukan zina tergolong larangan KERAS, Rasulullah menggolongkan DOSA BESAR. Dosa PALING BESAR itu ada 7, salah satu diantaranya adalah ZINA.

      Larangan yg Lunak artinya larangan yg tidak disertai sangsi. Misalnya larangan berduaan. Dalam hadits Rasulullah ditemukan adanya sangsi hukum. Itu artinya larangan itu bersifat PERINGATAN (lampu kuning). Dalam berdua SANGAT RENTAN untuk melakukan sentuhan, ciuman, dll. TETAPI KEMBALI KEPADA ORANGNYA, tidak setiap orang dlm berduaan MESTI MELAKUKAN itu. Itu artinya bersifat RELATIF.

      Jika Al-Quran/Hadits dibaca teksbook (arti secara harfiah) sudah tentu maknanya jd kaku. Untuk memahami makna diperlukan wawasan yg luas. Mesti dibaca dulu ASBABUN NUZUL atau AZBABUL WURUD, dll.

      TA'ARUF YANG HARI INI DIKEMBANGKAN OLEH KOMUNITAS MUSLIM, BUKAN BERARTI ITU CARA YANG PALING BENAR. MODEL TA'ARUF ALA INDONESIA yg saat ini berkembang itu merupakan BENTUK PENAFSIRAN ALA WAHABI/SALAFI. Dan SALAFI bukan satu-satunya tolak ukur kebenaran. JUSTRU BANYAK TAFSIR SALAFI YANG BERMASALAH.

      Terkait hadits zina mata, zina tangan, zina kaki: SILAKAN BCA SECARA UTUH, jangan sepotong-potong. Rossita dgn senang hati bersedia DIALOG membahas TAFSIR ZINA MATA, ZINA HATI, ZINA TANGAN,

      2. Syukrn untuk semuanya yg telah bagi-bagi ilmu. MOHON TIDAK TERSINGGUNG jika kita berbeda pendapat. jika ada yg kurang puas, silakan ditanggapi kembali. Rossita memberi ruang bagi diskusi ini. INSYALLAH BERMANFAAT. Jazakallh



    • Rossita Khumairah Najwa II RALAT: Larangan yg Lunak artinya larangan yg tidak disertai sangsi. Misalnya larangan berduaan. Dalam hadits Rasulullah ditemukan adanya sangsi hukum. kalimat yg BENAR adalah "MISALNYA BERDUAAN. APAKAH DALAM HADITS DITEMUKAN ADANY ADANYA SANGSI HUKUM BAGI PELAKUNYA ? Pasti tidak ditemukan). Demikian ralat ini ditulis dan mohon dimaklumi


    • Muhamad Shohih II Ingatlah...bila 1 pemuda dan 1 pemudi hanya berduaan saja,yg ke 3nya itu adalah setan. Pemuda dan pemudi yg tdk punya status hubungan apapun,ajnabi dan ajnabiyah


    • Rossita Khumairah Najwa II
      Akhi benar bahwa ketiganya SYETAN. PERTANYAANNYA ADALAH jika SYETAN menggoda dan orang tsb tidak tergoda berarti hebat orang tsb.


      ALLAH BERFIRMAN "AM KHAZIMTUM ANTAT KHULUL JANNATA" "apakah kamu mengira akan masuk Surga ?" lalu ayat itu diteruskan dgn kalimat WALLAMMA JAHADU WALAMA YAKLAMASHOBIRIN "padahl beum diuji dan diketahui sabarnya" QS.3:142

      AKHI, sekolah sj ada ujian. Mau kerja sj ada ujian. Begitu pula masuk Surga, MESTI DIUJI. Nah jika berduaan lalu SYETAN MENGGODA dan tidak tergoda itu artinya MUKMIN YANG HEBAT. Jika takut GODAAN SYETAN, itu tandanya CEMEN. PENGECUT. Seorang MUKMIN mesti berani menghadapi UJIAN. BERDUAAN ITU ADALAH UJIAN KEIMANAN. DALAM BERDUAAN hasrat untuk bersentuhan kuat. Nah disitulah ujiannya. KUAT TIDAK ? Jika tidak kuat, tandanya imannya masih jelek. APALAGI YANG MENGHINDARI UJIAN, gimana imannnya bisa diketahui kuat ?



    • Muhamad Shohih II
      Bpk Zainuddin MZ,dai sejuta umat,prnah menerangkan,ISLAM tdk melarang umatnya pacaran,asal memenuhi satu syarat,menikah dulu atau yg belum menikah,pacarannya jarak jauh dg surat menyurat,ingat juga, ngobrol pake tlpn/hp termasuk tdk dibenarkan krn pemuda /pemudi yg sering ngobrol dg lawan jenisnya berakibat mengeraskan hati. Bila hati telanjur keras,ada nasihat baik datang pdnya,nasihat itu akan mental,tak bisa menerima nasihat yg baik,na'udzubillahi min dzalik



    • Rossita Khumairah Najwa II AKHI muhammad Sholeh, KEBENARAN ISLAM ITU MERUJUK pd Quran dan Hadits, bukan pd pendapat Zaenuddin. TUNJUKKAN DALIL YANG MELARANG PACARAN ? PASTI TIDAK DITEMUKAN


    • Muhamad Shohih II Jelas itu,yg ke3nya tetaplah setan,krn kebanyakan yg pacaran itu kakek2 sama nenek2


    • Rossita Khumairah Najwa II AKHI: MEMANG KALAU YANG KETIGA SYETAN KENAPA, apa dosa ? PAHAMI DULU MKNA KETIGANYA SYETAN. Apa arti kata itu. Cerna dgn baik. BISAKAH AKHI JELASKAN MAKNA yg ketiganya adalah SYETAN ? Silakan


    • Muhamad Shohih II Ta'aruf/perkenalan tdk ada larangan untuk bertemu langsung,hanya saja, di situ tdk boleh hanya berduaan,harus ada org lain,org tua atau saudara si wanita. Di situ juga,yg boleh diperlihatkan oleh wanita yg ingin dinikahi, hanya bagian wajah dan telapak tangannya saja. Bknkah ukhti sendiri juga tahu,suara wanita itu termasuk aurat...


    • Rossita Khumairah Najwa II
      ‎1. AKHI MUHAMAD SHOLIH, biar fokus pd pembicaraan: antum batasi dulu temanya. Kita membicarakan point apa dulu. Biar tidak lompat-lompat. Rossita perhatikan, antum suka lompat-lompat. SOAL yg ketiganya Syetan belum akhi balas, lari ke tema lain. JANGAN-JANGAN saat Rossita menanggapi arti TA'ARUF, nanti akhi malah lari ke tema yg lain. Coba sj akhi perhatikan kembali, tiap kali Rossita mencoba mendudukkan perkara, akhi lari ke tema yg lain. Jadi yg mesti kutanggapi yg mana ? JANGAN LARI-LARI YA AKHI, dlm diskusi mesti pd fokus masalah. OKEY ? Syukrn



    • Rossita Khumairah Najwa II AKHI, satu pertanyaan untuk antum: SEPERTI APAKAH BATASAN SUARA WANITA ITU AURAT ? (Rossita paham bahwa suara wanita itu aurat. itu ada haditsnya). Cuma pertanyaan Rossita pada antum: SPERTI APA PEMAHAMAN ANTUM terhadap kalimat "SUARA WANITA ITU AURAT". Apa pengertian aurat pd kalimat tsb ? Syukrn


    • Faizin Ibnu Saiman 
      Mba trima ksih banyak ilmunya


    • Muhamad Shohih II Sudahlah Ros,kita punya guru masing2. Biarlah saya ikuti apa kata saya dan anti juga ikuti guru. Wassalamu 'alaikum wr.wb...


    • Rossita Khumairah Najwa II
      AKHI MUHAMMAD SHOLIH, kelak di akherat pertanggungjawaban itu masing-masing. Putus segala hubungan kekerabatan dan pertemanan. Apalagi hubungan Guru dan Murid. Sudah tidak ada lg. jADI kenapa harus menyandarkan kepada Guru kita ?


      Guru kita itu juga belum tentu benar, makanya salah jika kita MENGIKTUI GURU. Nah untuk tahu apakah Guru kita salah apa tidak salah, makanya kita mesti pintar. Kalau guru kita salah dan kemudian kita mengiktuinya, apa tidak celaka kita nantinya di akherat.

      Guru Rossita bukan segala-galanya. ALLAH DAN RASULULLAH yg mutlak pasti benar karenanya wajib mutalk ditaati. Sedangkan Guru kita adalah manusia biasa yg tidak luput dari salah. Masak mansuia salah mesti kita anut ? Itu point yg mesti akhi renungkan.

      2. Beragama itu mesti cerdas. Jangan jadi PENGIKUT ATAU ORANG AWWM, PASTI CELAKA. JADILAH ALIM. Kita diperintahkan Nabi belajar dari orok hingga wafat, itu artinay kita disuruh pintar. Masak belajar agama dari orok hingga Tua tidak cerdas-cerda ? Berarti ada yg salah. Salah sistem. salah gurunya, dll

      3. Terima kasih atas komentarnya. Semoga Allah membalsimu dgn balasan yg lebih baik. Sekalipun Rossita bereda pendapat dengan akhi, Rossita tetap menghormati akhi kok. Karenanya jangan segan-segan untuk terus diskusi. Jazakllah



    • Faizin Ibnu Saiman
      Bnar guru kita blum tntu pintr/bnar...itu aja wslm (-: wrwb 'f1


    • Buzremy Faqat ‎:)
      Ceritanya Maniz..
      Comentnya hangat..
      Hehehe..
      :P



    • Muhamad Shohih II
      Maaf,bedanya pendidikan di pesantren dg di kampus. Santri tidak ada yg berani brdebat dg kyainya. Santri itu tawadhu' kpd kyai,bhkan jarang ada santri yg berani menatap wajah kyainya. Di kampus,jauh sekali perbedaanya dg pesantren. Jangankan hanya menatap wajah dosennya,menunjuk2 muka mereka itu sudah biasa bg mahasiswa/i. Di pesantren,seorg santri diajarkan "SAMI'NA WA ATHOKNA" pd apa yg kyainya atarkan. Maaf lagi ukhti,yg saya tahu, bpk Zainuddin MZ itu seorg kyai yg juga punya guru,gurunya juga punya guru,gurunya lagi juga punya guru lagi hingga pd ulama salafush sholih. Bagi saya,kata2 yg baik,walau hanya keluar dr anak kecil,berusaha untuk saya dan saya ikuti



    • Muhamad Shohih II Di akhirat kelak kita akan dikumpulkan dg org2 cintai dan kita ikuti.


    • Rossita Khumairah Najwa II
      ‎1. AKHINA MUHAMMAD SHOLEH, ada bebera pernyataan antum yg mesti Rossita koreksi.


      PERTAMA, terkait POLA PENDIDIKAN PESANTREN (hubungan Kyai-Santri) yg antum sampaikan itu BUKAN TAWADHUK tapi TAKLID. MOHON BEDAKAN ANTARA TAWADHUK DENGAN TAKLID.

      TAWADHUK itu mereka yg pinter tapi rendah hati (tidak sombong).
      TAKLID adalah orang yg IKUT-IKUTAN TANPA MENGETAHUI DASARNYA, yg penting apa kata Kyai. Mau bener apa tidak bener, dianggap bener. Sikap patuh total yg seperti itu namanya TAKLID. -

      Berbeda pula dgn ITTIBA, ITTIBA' adalah mereka yg ikut-ikutan tapi MENGETAHUI DASARNYA Murid.

      DARI KETIGA SIKAP DI ATAS, TAKLID ITU TANDA ORANG AWWAM. Bukankah orang awwm itu bisanya memang mengekor sj. NAH apakah sikap yg demikian itu benar ?

      2. Coba simak QS.35:18 "Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[1252]. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya".

      Berdasrkan ayat di atas sangat jelas bahwa kelak di akhert tidak ada lg istilah hubungan Guru-Murid. Kalau ikut guru yg salah, lalu protes pd Tuhan tidak berlaku. WALAUPUN ORANG ITU CINTA SEKALIPUN, di akhert sudah putus hubungan. Baca juga QS.7:172:173 (tak ada dosa yg ditanggung renteng).

      tak ada dalil yg emngatakan kalau kelak kita dikumpulkan dgn orang yg kita cintai.

      2. Memangnya akhi tahu gurunay Zainuddin ? Kebenaran itu bukan pd gurunya Zaenudiin. Kalau gurunya Zaenudiin salah masak kita anut ?



    • Muhamad Shohih II Efan,itulan bedanya santri gadungan dan santri sungguhan. Masalah suara wanita aurat atau bkn pd MTQ, tanyakan saja pd ulama mengadakan MTQ itu. Barang najis tetaplah akan najis walau dicuci seribu kali. Wanita membaca alqur'an itu anjurkan,tapi tmptnya di rumahnya sendiri,bkn di tmpt umum


    • Muhamad Shohih II Ukhti Ros,bila anti menganggap guru2 bpk Zainuddin itu tdk benar, bagaimana dg guru anti? Apakah cuma guru anti saja yg anti anggap benar? Kebanyakan dr kita skrg ini bkn mencari kebenaran,tapi yg dicari pembenaran. Barang siapa menganggap remeh org lain,itulah kesombongan. Banyak org pandai,cerdas dan pintar,nantinya akan hancur krn kesombongannya


    • Muhamad Shohih II Efan,bagaimanakah cara Siti Aisyah ra. menyampaikan hadits kpd para shahabat Rasul? Apakah dg berkoar di hadapan org banyak? Bagaimanakah cara makmum laki2 dan perempuan bila mengingatkan imam yg lupa dlm sholat? Apakah caranya sama, membaca subhanallah?


    • Amerial A Slow habis meried ya


    • Rossita Khumairah Najwa II Syukrn atas semua jempol dan kementar antum. SEMOGA ALLAH SENANTIASA MELIMPAHI BERKAH UNTUK ANTUM


    • Yulli Sumyati Handwieabeh Aku suka sma catatan ini . .
      Tapi aku mau tnya, dosa gak ya kalau sampai d'usia saya yg k'19 saya belum memakai kerudung . .

      Rossita@ tag aku donk . .



    • Rochman Muchammad Wa'alaikum salam...
      Tdi dah di jelaskan tentang hati yg sehat dan yg sakit...law hati yg mati sperti apakah..?