Rabu, 15 Juni 2011

Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Ksatria jatuh cinta pada Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.
Sang Puteri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang.

Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu.
Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.
Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarkannya sampai ke atas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang,
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih,, tapi tak putus asa.

Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarkannya berkeliling mengitari bumi,
Lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang Puteri masih jauh di awang-awang,
Dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih,, dan kali ini.. Ia putus asa.

Sampai suatu malam, ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawarkan Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tidak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan,
Menjadi serbuk yang membedaki langit, dan.. tamat.

Ksatria setuju, Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya,
''Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati,'' ia berbisik.
''tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya.''
Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil, namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya..''Berhenti!''
Bintang Jatuh lalu melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok Puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Bintang Jatuh pun langsung jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan sang Puteri. Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora.
Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.



oleh Ferdiana Damayanti pada 09 Maret 2010 jam 20:44

Catatan Admin tentang Ferdiana Damayanti :

Tak dinyana tak diduga ternyata Yogya 
sembunyikan banyak pujangga
seorang wanita diantaranya
Nana....... begitu ia kusapa
bukan cuma cantik dirupa
riang pula penampilannya.....
tak hanya bercakap jawa........
Inggris, Perancis, Portugis dia bisa
13 Februari '79 hari lahirnya........
di Pemkot Yogyakarta dia berkarya..
Sayangnya...
dia sudah berdua.......
hallaaaahhh..... adminnya kok usaha..ha..ha..ha..


(dah ah takut yg lain iri ga dibikinin pantun)
Nana -Sarjana Sastra Inggris, Universitas Negri Yogyakarta- ini bukan cuma piawai merajut kata menjadi untaian puisi yg mudah dicerna tapi juga dalam bermakna. Dengan kata lain mba' Nana ini pandai menitipkan pesan disetiap puisinya bukan cuma tuk dibaca juga diserap sarinya. Puisi diatas misalnya setidaknya membawa pesan sbb: --- The Most Successful People are Those Who are Good at Plan B -- yg tak lain adalah Motto-nya. Itu sebabnya Admin menganggap ini Bukan Puisi Biasa.
Lihat lagi bagaimana ia mengolah sesuatu yang sederhana menjadi bermakna
... Aku mencintaimu lebih dari SpongeBob mencintai memancing ubur- ubur, Aku mencintaimu lebih dari Squidward mencintai Clarinet, Aku mencintaimu lebih dari Mr Crab mencintai uang,Aku membutuhkanmu seperti Plankton membutuhkan resep Krabby Patty,Aku mencintaimu seperti Patrick mencintai tidak melakukan apa-apa,Aku tidak bisa hidup tanpamu, seperti Sandy tidak bisa hidup tanpa helm oksigen-nya ...
Matur suwun tuk puisinya Nana...,  teruslah berkarya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar