Tampilkan postingan dengan label Akhlah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

Kisah Chatting Seorang Istri di Dunia Maya(Lebanon)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahi


Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu  … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini  agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,  lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata, “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” 
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul. Lihatlah akibat chatting dengan lawan jenis, di sana bisa terjadi perceraian antara kedua pasangan tersebut disebabkan  si istri memiliki hubungan dengan pria kenalannya di dunia maya.
Di pelajaran lainnya adalah hendaknya selalu ada pengawasan dari kepala keluarga terhadap anggota keluarganya. Kepala keluarga seharusnya dapat memberikan batasan terhadap pergaulan anggota keluarganya termasuk istrinya, apalagi dalam masalah penggunaan internet. Inilah pelajaran yang mesti diperhatikan oleh seorang suami sebagai kepala keluarga.
Adapun untuk anggota keluarga yaitu istri dan anak, hendaklah mereka selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah subahanahu wa ta’ala. Hendaklah mereka meyakini bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala yang nampak maupun yang tersembunyi. Sehingga Allah mengetahui segala apa yang mereka lakukan. Karena Allah-lah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dengan sifat kesempurnaan. Tentu saja sikap selalu merasa penjagaan dari Allah ini bisa muncul jika seseorang telah dibekali dengan aqidah dan tauhid yang benar. Itulah pentingnya pendidikan aqidah pada keluarga.
Selain itu pula, istri mesti diluruskan tatkala dia berada dalam kekeliruan. Istri mesti diluruskan dengan lemah lembut dan harus berhati-hati dalam menasehatinya. 

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ  
كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
"Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita." (HR. Bukhari no. 5184)
Juga perlu diketahui bahwa kerusakan yang terjadi akibat chatting di atas bukanlah bisa terjadi hanya pada wanita. Kerusakan semacam itu pun sebenarnya dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, perlu sekali diberitahukan kepada pembaca sekalian beberapa adab-adab yang mesti diperhatikan ketika bergaul dengan lawan jenis. Karena tidak memperhatikan beberapa adab berikut inilah terjadi keretakan rumah tangga atau mungkin bagi yang belum menikah pun bisa terjadi kerusakan dengan terjerumus dalam perantara-perantara menuju zina atau bahkan bisa terjerumus dalam zina. Na’udzu billahi min dzalik.
Beberapa Adab yang Mesti Diperhatikan dalam Pergaulan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)
Pertama, menjauhi segala sarana menuju zina
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al Isro’ [17] : 32)

Kedua, selalu menutup aurat
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Ketiga, saling menundukkan pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya(QS. An Nuur [24] : 31)

Keempat, tidak berdua-duaan
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Kelima, menghindari bersentuhan dengan lawan jenis
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.(HR. Muslim no. 6925)

Keenam, tidak melembutkan suara di hadapan lawan jenis
Allah Ta’ala berfirman,
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.(QS. Al Ahzab: 32).
Perintah ini berlaku bukan hanya untuk istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun juga berlaku untuk wanita muslimah lainnya.

Lalu bagaimana dengan adab chatting dengan lawan jenis? Hal ini dapat pula kita samakan dengan telepon, SMS, pertemanan di friendster dan pertemanan di facebook.
Jawabnya adalah sama atau hampir sama dengan adab-adab di atas.
Pertama, jauhilah segala sarana menuju zina melalui pandangan, sentuhan dan berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.
Kedua, tutuplah aurat di hadapan bukan mahrom.
Sehingga seorang muslimah tidak menampakkan perhiasan yang sebenarnya hanya boleh ditampakkan di hadapan suami. Contoh yang tidak beradab seperti ini adalah berbusana tanpa jilbab atau bahkan dengan busana yang hakekatnya telanjang. Inilah yang banyak kita saksikan di beberapa foto profil di FB atau friendster. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada 
mereka.
Ketiga, tundukkanlah pandangan.
Bagaimana mungkin bisa saling menundukkan pandangan jika masing-masing orang memajang foto di hadapan lawan jenisnya? Wanita memamerkan fotonya di hadapan pria. Mungkinkah di sini bisa saling menundukkan pandangan? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika foto profil kita bukanlah foto kita, namun dengan foto  yang lain yang bukan gambar makhluk bernyawa. Tujuannya adalah agar foto wanita tidak membuat fitnah (godaan) bagi laki-laki, begitu pula sebaliknya. Di antara bentuk menundukkan pandangan adalah janganlah menggunakan webcamp selain dengan sesama jenis saja ketika ingin melakukan obrolan di dunia maya.
Keempat, hati-hatilah dengan berdua-duaan bersama lawan jenis yang bukan mahrom.
Jika seorang pria dan wanita melakukan pembicaraan via chatting, telepon atau sms –tanpa ada hajat (keperluan)-, itu sebenarnya adalah semi kholwat (semi berdua-duaan). Apalagi jika di dalamnya disertai dengan kata-kata mesra dan penuh godaan sehingga membangkitkan nafsu birahi. Dan jika memang ada pembicaraan yang dirasa perlu antara pria dan wanita yang bukan mahrom, maka itu hanya seperlunya saja dan sesuai kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan lagi, maka pembicaraan tersebut seharusnya dijauhi agar tidak terjadi sesuatu yang bisa menjurus pada yang haram.
Kelima, janganlah melembutkan atau mendayu-dayukan suara atau kata-kata di hadapan lawan jenis.
Penyimpangan dalam adab terakhir ini, kalau diterapkan dalam obrolan chatting adalah dengan kata-kata yang lembut atau mendayu-dayu dari wanita yang menimbulkan godaan pada pria. Contoh menggunakan kata-kata yang sebenarnya layak untuk suami istri seperti “sayang”, dsb.
Jika setiap muslim mengindahkan adab-adab di atas, maka tentu saja dia tidak akan terjerumus dalam perbuatan dosa dan tidak akan mengalami hal yang serupa dengan kisah di atas dengan izin Allah.
Kami ingatkan pula bahwa tulisan ini bukanlah hanya kami tujukan kepada kaum hawa saja, namun kami juga tujukan pada para pria agar mereka juga memperhatikan adab-adab di atas. Jadi janganlah tulisan ini dijadikan sebagai sarana untuk memojokkan wanita atau para istri, namun hendaklah dijadikan nasehat untuk bersama.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan sifat ketakwaan, memberi kita petunjuk dan kecukupan. Semoga Allah melindungi dan menjaga keluarga kita dari hal-hal yang haram dan mendatangkan murka Allah. Semoga risalah ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin.
 Wa shallallahu wa sallamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi  ajma’in. Walhamdulillahir rabbil ‘alamin.


wallahu a'lam bish-shawab



Senin, 06 Agustus 2012

Al-Qur'an Menjawab Saat Kita Sedang Diuji

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 

>> Kenapa Aku Di Uji….????

Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

>> Kenapa Aku Tidak Mendapat Apa Yang Aqu Idam-Idamkan…..????

Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

>> Kenapa Ujian Seberat Ini…..????

Surah Al-Baqarah ayat 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Rasa Frustasi……????

Surah Al-Imran ayat 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu
orang-orang yang beriman.

>> Bagaimana Aku Harus Menghadapinya….????

Surah Al-Imran ayat 200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 45

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

>> Apa Yang Aku Dapat Dari Semua Ini….???

Surah At-Taubah ayat 111

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

>> Kepada Siapa Aku Berharap….????

Surah At-Taubah ayat 129

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

>> Aku Tak Dapat Bertahan Lagi…..????

Surah Yusuf ayat 87

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Surah An-Nisaa’ ayat 86

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah(dengan yang serupa).
Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita…

Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah…

Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT menjadi
“..just The ONE goal..“ Insya Allah akan “bahagia” sebagaimana doa yang
sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat

~La Tahzan, innallaha ma ‘ana…segala sesuatu terjadi atas perhitunganNYA~

~segalanya akan Indah dalam pandangan NYA
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Jika Malaikat Datang Menyapa

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
 Ilustrasi

"Saat engkau bertanya apakah dosaku telah terhapus, saat engkau bertanya apakah aku pernah melakukan kesalahan, saat air mata menggenang di pelupuk mata, saat do’a kau lantunkan dengan lembut, seluruh jiwa terasa perih."

Adinda, engkau begitu baik dan lembut, engkau juga tidak punya salah atau juga dosa seperti yang engkau tanyakan. Tapi Allah ingin mencoba kesabaranmu, sebagai hamba yang dikasihi dan disayangi, engkau adalah adikku yang terbaik yang aku punya.

Kutatap wajah manis yang tertidur lelap dari dinding kaca, seperti tiada penderitaan yang kau alami, walau dokter sudah memvonismu bahwa engkau hanya sanggup bertahan hidup hanya 2 tahun lagi. Tapi bila Allah mengizinkan, apapun bisa terjadi. Semuanya hanya Allah yang menentukan mati dan hidupnya seorang, kata dokter berwajah teduh itu dengan wajah yang cukup tenang siang tadi, setelah melakukan operasi besar yang memakan waktu kurang lebih 8 jam. Tapi aku yang mendengarkan rasanya seperti halilintar di siang hari, antara percaya dan tidak, karena adikku juga seorang dokter walaupun hanya dokter umum. Tapi mengapa dia tidak pernah tahu kalau dia sudah menderita penyakit kanker yang sudah stadium empat.

Saat dia tahu penyakitnya malah tenang-tenang saja, hanya menatapku dengan senyum. "Nggak usah khawatir kak, yang penting kita berusaha, insya Allah kalau Allah mengizinkan semuanya bisa membaik," katanya tenang.

Tanpa terasa hari terus berganti, sekarang sudah masuk tahun kedua sejak adikku divonis menderita kanker stadium empat. Badannya pun sudah mulai menyusut, tapi menurutku malah lebih baik, karena kelihatan lebih cantik karena adikku ini tergolong gemuk, jadi kelihatan lebih langsing. Rambutnya yang rontok saat dikemoterapi sudah mulai tumbuh dengan subur, walau masih kelihatan sangat pendek, tapi malah kelihatan lebih hitam dan segar bila dipandang. Harapan baru pun mulai tumbuh di hatiku, mudah-mudahan hasil kemoterapinya bisa mematikan sel-sel kanker yang menyerang usus, paru-paru dan hatinya.

Aku yang awam tentang penyakit kanker ini mulai merasa bahagia melihat perkembangan yang sangat bagus bagi kesehatan adikku. Sehingga pada suatu malam saat aku menemaninya di pembaringan, tiba-tiba adikku berkata, "Kakak, sebenarnya fungsi organ tubuh saya yang di dalam ini sudah tidak terlalu berfungsi lagi," katanya sambil menunjuk perut, hati, dan dan paru-parunya.

Aku hanya diam, karena aku tahu dia juga seorang dokter, tentu sudah bisa menganalisa penyakitnya sendiri melihat dari hasil rekam medisnya. Kalau aku melihat wajahnya sepertinya dia biasa-biasa saja, cuma akhir-akhir ini memang sering sulit bernafas, dan oksigen pun selalu tersedia untuk membantu pernafasannya.

"Bagaimana ya kak, apakah kita boleh berdo'a meminta sesuatu kepada Allah," akupun hanya mengangguk sambil ikut berdo'a bersamanya. Perlahan kudengar do'anya dengan segala keikhlasan dan kepasrahan.

"Ya Allah, kalau kehidupan merupakan jalan yang terbaik, berilah kehidupan itu. Kalau kematian adalah akhir jalan yang terbaik, ambillah aku dalam kasih Mu." Tanpa terasa air mataku berlinang, dan setelah berdo'a kulihat adikku tertidur tenang dan pulas.

Aku tidak tahu dia tertidur karena menahan sakit atau juga sudah terlelap karena letih, sebab dia paling tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit dan penderitaannya. Aku pun mulai meraba denyut nadi dan memperhatikan tarikan nafasnya. Jantungku mulai terasa sesak. Oh Tuhan, apakah dia sudah Engkau panggil? Alhamdulillah aku masih merasakan denyutan nadinya, juga desahan nafasnya.

"Ya Allah, panjangkanlah umurnya ya Allah, biar dia bisa berbakti kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah diperolehnya di masa kuliahnya seperti yang dia cita-citakan. Jangan Engkau panggil dia ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk adikku tercinta, ya Allah," akupun berdo'a mengharap kasih sayang dan rahmat dari Allah untuk adikku tercinta.

Dini hari saat subuh tiba-tiba aku dibangunkan oleh sentuhan lembut tangan adikku, "Kakak bangun kita sholat subuh, kak," katanya sambil mengusah-ngusap kepalaku. Aku jadi malu, karena aku yang ingin menjaganya semalaman malah tertidur pulas. Kulihat wajahnya begitu segar. Ya Allah, engkau dengar do'aku. Harapan baru muncul kembali, ternyata do’aku dan do'a adikku didengar oleh Allah. Mudah-mudahan umur panjang yang baik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasa gembira tak kepalang tanggung, kubantu dia turun dari tempat tidur, dan menemaninya untuk berwudhu ke kamar mandi. Alhamdulillah kulihat dia begitu kuat berjalan sendiri tanpa ingin kupapah, bahagianya hati ini, hari ini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas rahmat Allah yang diberikan kepada adikku.

Pagi hari ini merupakan pagi terindah bagi diriku melihat wajah segar duduk di depanku untuk makan bersama di satu meja dengan orang yang sangat kusayangi, makan dengan semangat. Karena sejak mulai sakit dan setelah dioperasi, banyak makanan yang tidak boleh dimakan. Tapi bagi adikku, itu tidak menjadi penghambat untuk dia makan apa yang disarankan oleh dokter semua dimakan dengan senang hati tanpa ada komentar enak atau tidak. Sehingga akupun juga semakin semangat makan bersamanya, karena makanan yang dikonsumsi sangat membantu kesehatan dan daya tahan tubuhnya. Nah, yang satu ini selalu dijaganya, jadi walau sakit wajahnya tetap cerah, kadang aku juga tidak merasakan kalau dia sakit.

Sehingga pada suatu hari dia berkata, "Kakak, alhamdulillah ya kak saya dikasih sakit sama Allah, jadi saya lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur'an dan merenung atas segala kesalahan saya. Semoga Allah memberikan jalan hidup yang terbaik ya kak," dia berucap sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk, walau hati ini terasa ingin menangis. Diam-diam akupun berdo'a, "Ya Allah, berikanlah jalan hidup yang terbaik untuk adikku tercinta. Hanya Engkau tempat aku memohon."

Kuusap air mata yang ingin jatuh di pipi. Aku selalu berusaha menghindari wajah sedih di hadapannya, karena aku juga tahu dia selalu berusaha menghibur hatiku, sehingga tidak pernah menampakkan penderitaannya. Tapi aku tahu dia sakit sekali, tapi dia berusaha untuk melawan penderitaan dengan senyum dan zikir kepada Allah.

Pada suatu sore, dengan rasa penasaran aku bertanya kepada dokter langganan keluarga kami, "Pak dokter, apakah penyakit kanker yang sudah stadium empat bisa disembuhkan? Karena adik saya sepertinya sehat-sehat saja, kecuali kalau saat lagi dikemoterapi, penderitaannya tidak bisa disembunyikan. Tapi setelah habis pengaruh obat kemoterapinya, dia sehat seperti biasa saja."

Kulihat pak dokter tertunduk sambil tetap tersenyum, "Alhamdulillah kalau dia kelihatan sehat seperti biasa, itu adalah suatu rahmat dari Allah. Karena setahu saya penyakit yang dideritanya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menderita sekali." Pak dokter berkata dengan jujurnya, karena dia juga sudah menganggap kami sekeluarga sebagai kerabatnya terdekat. Akupun hanya terdiam.

Ya Allah, ternyata adikku sebenarnya menyimpan rasa sakit yang sangat dalam. Aku jadi ingat firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (atas cobaan itu)."

Nabi saw juga bersabda: "Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan, gundah gulana (kerisauan), bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan hapuskan dengannya (musibah itu) kesalahan-kesalahannya". (HR: Bukhari).

Semoga Allah akan memberikan kegembiraan kelak untuk adikku, atas kesabarannya dan ketabahannya dalam menyembunyikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Hari ini, aku tidak berusaha untuk menahan tangis dan kesedihan, karena engkau memang benar-benar telah dipanggil oleh Allah kembali ke sisiNya dengan senyum manis dan juga keikhlasanmu menerima segala cobaan yang terberat di dalam hidup. Malaikat telah datang menyapamu siang ini, untuk mengambil dan menempatkan engkau di sisi Allah. Engkau yang kusayangi selama ini, yang tidak pernah mengeluh dan selalu ingin berbagi kebaikan kepada orang lain. Betapa aku sangat ingat sewaktu engkau baru lulus menjadi dokter, engkau memilih ikut program dokter Employee does not Remain / PTT untuk berbakti di daerah yang sangat terpencil, yaitu Stoke(Turki), padahal engkau hanyalah seorang wanita. Tapi semangatmu begitu besar ingin berbagi apa yang engkau miliki kepada masyarakat.

Hari ini engkau memang pergi untuk selamanya dengan semangat dan kebaikan di hatimu, serta membawa rasa sakit yang kelak akan mengantarkanmu ke surganya Allah. Saat Malaikat menyapa, engkau hanya mengucapkan kalimat yang selalu diimpikan oleh setiap muslim bila menghadap Sang Ilahi, yaitu kalimat "Lailaha illallaah, Lailaha illallaah, Lailaha illallaah" sebanyak tiga kali. Aku menangis adikku, aku kehilanganmu, tapi aku juga bahagia, karena ada seulas senyum di bibirmu yang manis. Hari ini aku mencium keningmu untuk yang terakhir kalinya, tanpa perlu menyembunyikan rasa sedih, karena engkau sudah tertidur lelap di pangkuan Sang Khalik pemilik kehidupan ini. Innalillahi, wa innaailaihi rojiu'n. (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada Nya kita akan kembali).

(Saat kerinduan mengenang kepergiannya mu yang begitu indah, selamat jalan Adikku tercinta)
 wallahu a'lam bish-shawab
By : Mencari Rezky

Cinta Sejati atau Cinta Buta?

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saat kamu merasakan cinta sejati, kamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannya sambil melihat sisi terbaiknya.
Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.

Hmmmmm…

Kalau dipikir-pikir lagi,
sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
itu tipiiiiiissss banget ya?

Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?

Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?

Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya,
namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?

Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?

Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

wallahu a'lam bish-shawab




By : Mencari Rezky