Kamis, 14 Juli 2011

Renungan Pagi

"Ada dua kenikmatan yang seringkali manusia lalai memanfaatkannya, yaitu kesehatan dan senggangnya waktu." (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.)

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah berpesan, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya satu hari itu terdiri dari beberapa jam dan satu jam terdiri dari beberapa tarikan nafas. Setiap satu kali tarikan nafas merupakan kotak simpanan. Karenanya, hati-hatilah jangan sampai stu kali tarikan nafas yang merupakan kotak simpanan itu terlewati percuma tanpa isi suatu apapun sehingga nanti di hari akhir kamu hanya akan mendapati kotak-kotak simpanan itu kosong tanpa isi dan kamu akan menyesali diri sendiri. Perhatikanlah setiap waktu yang engkau lewati. Lewatilah waktu-waktumu untuk menuju sesuatu yang lebih mulia. Jangan engkau lalaikan diri, biasakanlah dirimu melakukan hal-hal termulia dan yang terbaik. Kirimkan dulu ke liang kuburmu hal-hal yang akan bisa menyenangkanmu di sana sebelum engkau mendatanginya.”


Sekalipun tidak mudah dilakukan tetapi seorang muslim wajib untuk mengatur dan menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Waktu tidur dan terjaganya seorang muslim haruslah memperhatikan terlaksananya ibadah-ibadah wajib dan sunnah di dalam keseharian hidupnya. ALLAH seringkali menganugerahkan kepada hamba-NYA momen-momen waktu yang sangat khusus yang tidak mungkin terulang. Oleh karena itu agar kita tidak kehilangan momen tersebut kita harus memiliki sensitivitas terhadap waktu yang telah ALLAH berikan.

Sebisa mungkin kita harus menghindari menunda-nunda untuk berbuat kebaikan atau amal ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah, baik itu kecil apalagi yang besar. Ibnu Athaillah mengatakan bahwa, “Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. Kita tidak akan pernah tahu kapan waktu kita di dunia ini akan berakhir, bisa sekarang, 1 jam lagi, esok lusa..entah kapan. Jadi jika ada peluang untuk berbuat kebaikan dan/atau melakukan amal ibadah ada baiknya kita segerakan. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena telah menyia-nyiakan waktu kita dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. (QS. Al-Ashr [103]: 1-3).


Memanfaatkan waktu dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik dan beribadah kepada ALLAH adalah salah satu bentuk dan cara kita mensyukuri nikmat waktu yang telah ALLAH anugerahkan.

"Saudaraku, usiamu sangatlah sedikit, hanyalah masa yang bisa dihitung dengan jari. Kendati engkau ingin menambah usia beberapa detik saja dengan membayarkan seluruh harta duniamu, niscaya engkau tidak akan mendapatkannya. Lalu bagaimana kondisimu sekarang? Apakah engkau akan manfaatkan usiamu saat ini dengan selalu bermaksiat kepada ALLAH? Saudaraku bersegeralah manfaatkan sisa usia yang sedikit ini untuk bertaqwa kepada ALLAH.


Wahai saudaraku, sendirian engkau akan mati… 


Sendirian engkau akan dibangkitkan kembali… dan sendirian pula engkau akan dimintai pertanggungjawaban." (Al-Hasan Al-Basri: 101)
Oleh: Intan Wijayanti, tulisannya pada group tertutup di FB "Tutur Luhur" 
Mengenal lebih dekat Intan Wijayanti, klik Disini
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar