Sabtu, 22 Desember 2012

Kesalahan yang Perlu Dihindari di Awal Bisnis

Mungkin Anda memiliki ide cemerlang, sudah punya rencana matang, modal ada, pendek kata siap menjalani bisnis. Tetapi tahukah Anda, orang sering membuat kesalahan yang tidak terpikirkan pada awal merencanakan bisnisnya. Mau tahu apa saja kesalahan itu?

1. Salah pilih mitra

Pastikan Anda melakukan bisnis secara legal. Seorang akuntan yang curang akan menghilang begitu ada pemeriksaan dari kantor pajak atau kantor keuangan. Bahkan mitra yang tidak ikut bekerja secara operasional pun, bisa memiliki niat jahat yang tersembunyi kendati ia merupakan sahabat baik Anda. Anda harus berhati-hati karena mereka dapat menjadi bumerang bagi Anda bila kepribadian serta etika kerja Anda berdua tidak sesuai. Bicarakan pembagian kerja, tanggung jawab, dan harapan-harapan Anda sejak awal, untuk menghindari masalah di kemudian hari.

2. Memutus networking

Mungkin usaha yang Anda jalani memberikan keuntungan dan pemasukan keuangan yang baik. Terbuai dengan sukses ini, Anda jadi "lupa" pada komitmen untuk selalu melakukan rencana masa depan. Jadi, jangan pernah lelah mempromosikan perusahan Anda dan cari jalan untuk meningkatkan reputasi serta jaringan pelanggan. Pengusaha properti rumah, contohnya, mendapat hasil gemilang setelah ia berpromosi lewat kalender, buletin, pamflet, dll. Dari promosi itulah nama perusahaannya makin dikenal. Cari peluang jaringan di berbagai acara dan kesempatan. Ingatkan teman-teman dan kenalan-kenalan pada produk serta layanan yang Anda berikan dan jangan lupa untuk memperbarui barang-barang promosi Anda.

3. Malas berkompetisi

Bila Anda berhasil membuat suatu penemuan yang inovatif seperti konsep baru atau hak paten, tidak berarti semua ini dapat betul-betul dapat melindungi Anda dari para plagiat. Adalah wajar jika semua orang yang melihat keberhasilan Anda, ingin menirunya. Anda harus siap untuk berkompetisi dan memasukkan poin ini ke dalam rencana bisnis. Jangan lupa untuk membuat proyeksi perkembangan untuk 5 tahun ke depan. Akan luar biasa jika Anda bisa mempertahankan tingkatan yang sama di tahun-tahun mendatang dan bukannya menurun dari tahun ke tahun.

4. Pengeluaran berlebihan

Mungkin salah satu impian Anda adalah memiliki ruang kerja di sudut kantor menghadap kolam renang atau meja kerja beserta kursi buatan Prancis yang harganya amat sangat mahal. Anda harus bersabar. Menggunakan sebagian besar modal untuk hal-hal seperti itu jelas tidak bijaksana. Membelanjakan uang hasil jerih payah Anda hanya untuk kesenangan dalam satu malam benar-benar merupakan suatu kebodohan.

5. Kehilangan perspektif

Umumnya, pengusaha yang baru mulai berkecenderungan menenggelamkan dirinya dalam kesibukan operasional harian. Jangan lupa untuk bersantai sebentar seperti minum kopi dengan teman-teman sesudah jam kantor, pergi ke pantai, atau makan malam di restoran kesayangan saat akhir pekan. Sesudah pembicaraan bisnis yang pendek, alihkan pembicaraan ke topik yang lebih ringan. Misalnya tentang olah raga, hobi, dan lainnya. Untuk menjadi pengusaha yang sukses, Anda memerlukan keseimbangan dalam kehidupan.

6. Tak punya rencana cadangan

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang mungkin terjadi di luar dugaan dan kemampuan Anda. Mulai dari produk yang dilarang sampai pada permasalahan buruh, asuransi, serta bursa pasar. Intinya, Anda harus mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk yang mungkin saja terjadi. Siapkan sejumlah rencana cadangan. Jadi, jika gagal di rencana A, Anda masih bisa menjalani rencana B, dan seterusnya. Dengan demikian Anda dapat menyiapkan segala sesuatunya secara matang sebelum perusahaan yang baru Anda rintis hancur berantakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar